Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah (Houthi) mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan ke Bandara Ben Gurion di Jaffa di Palestina pendudukan.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Brigjen Yahya Saree pada hari Selasa (13/5) mengonfirmasi bahwa serangan terhadap bandara itu dilakukan dengan rudal balistik hipersonik.
Dia mengatakan bahwa “rudal tersebut mengenai sasarannya dengan tepat,” dan menyebabkan “jutaan warga Israel mengungsi ke tempat perlindungan, dan operasi bandara itu terhenti selama sekitar satu jam.”
Saree menambahkan bahwa operasi militer tersebut merupakan penegasan atas masih berlakunya larangan navigasi di Bandara Ben Gurion.
Karena itu, dia memperingatkan perusahaan-perusahaan yang belum mengumumkan penangguhan penerbangan bahwa mereka harus “meniru perusahaan-perusahaan yang sebelumnya telah mengumumkan penangguhan penerbangan ke bandara-bandara di Palestina pendudukan.”
Angkatan Bersenjata Yaman memastikan bahwa operasi militernya, yang dilakukan bersama dengan larangan penerbangan di Bandara Ben-Gurion dan larangan pelayaran Israel di Laut Merah dan Laut Arab, akan segera dihentikan apabila agresi dan blokade Israel terhadap Gaza dihentikan.
Saree menegaskan Yaman tidak akan meninggalkan bangsa tertindas Palestina, dan menyerukan kepada seluruh kaum merdeka dunia untuk menunaikan kewajiban agama, moral, dan kemanusiaan membela bangsa Palestina.
Saree menyatakan bahwa operasi militer tersebut dilakukan “demi membela bangsa tertindas Palestina dan para pejuang mereka, dan sebagai penolakan terhadap genosida yang dilakukan oleh Zionis terhadap saudara-saudara kami di Jalur Gaza.”
Media Israel mendokumentasikan situasi ketakutan dan kepanikan di landasan pacu bandara tersebut, sementara para pemukim di Tel Aviv melarikan diri ke tempat perlindungan. (mm/almayadeen)