Sanaa, LiputanIslam.com – Rezim Zionis Israel telah melancarkan serangan udara di provinsi Hodeidah, Yaman, menurut Kementerian Dalam Negeri Yaman kubu Ansarullah (Houthi).
Serangan pada Minggu malam (11/5) itu terjadi setelah tentara Israel mengaku telah memperingatkan mereka yang berada di tiga pelabuhan itu agar mengungsi.
Serangan itu merupakan yang terbaru dalam aksi saling serang antara Israel dan Yaman.
Israel mengebom pelabuhan Hodeidah setelah Yaman menyerang lokasi di dekat Bandara Ben Gurion di Tel Aviv awal bulan ini.
Serangan Israel juga menyasar bagian-bagian ibu kota Yaman, Sanaa, dan bandara internasional utama di sana.
Yaman telah menembakkan rudal ke Israel dan target-target Israel di Laut Merah sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina yang menjadi sasaran serangan Israel sejak perang di Gaza dimulai pada 19 bulan lalu.
Serangan Israel di Gaza telah menggugurkan lebih dari 52.000 orang, termasuk 57 orang yang mati kelaparan akibat pengepungan total Israel sejak 2 Maret, menurut pejabat Palestina.
Dalam peristiwa terbaru yang terjadi pada hari Ahad (11/4), serangan Israel menggugurkan sedikitnya 13 warga Palestina, termasuk beberapa anak-anak dan wanita, di Gaza. Di antara para korban adalah tiga warga Palestina yang gugur dalam serangan pesawat nirawak terhadap sebuah kendaraan dan dua orang yang gugur dalam sebuah pemboman di dekat menara-menara hunian yang terletak di sebelah barat Khan Younis di Gaza selatan.
Kesepakatan gencatan senjata antara Yaman dan AS tidak mencakup operasi apa pun terhadap Israel, kepala negosiator kelompok itu mengumumkan awal minggu ini.
Pasukan Yaman berhenti menggempur Israel selama gencatan senjata Gaza awal tahun ini, tapi kemudian melanjutkan serangannya ketika Israel memblokade Gaza dan kemudian melanjutkan perang.
Militer AS telah melancarkan serangan udara setiap hari di Yaman selama hampir dua bulan, menghancurkan infrastruktur dan menggugurkan puluhan orang, termasuk anak-anak dan warga sipil. (mm/aljazeera)