AlQuds, LiputanIslam.com – Tentara Israel berniat memperluas cakupan serangannya di Yaman dan bahkan juga akan menyerang target di Iran setelah AS menghentikan operasi militernya Yaman, menurut laporan surat kabar Israel Yedioth Ahronoth pada hari Jumat (9/5), sembari mengutip keterangan sumber anonim keamanan Israel.
Yaman sendiri pada hari itu kembali melesatkan rudal dan drone ke Palestina pendudukan. Tel Aviv mengaku telah mencegat rudal tersebut dan menyatakan serangan itu tidak menimbulkan korban. Meski demikian, Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz mengancam akan “menanggapi dengan tegas” serangan tersebut.
Terkait hal ini, sumber keamanan mengatakan kepada Yedioth Ahronoth bahwa “tidak akan ada pembatasan” untuk tindakan Israel terhadap Houthi (Ansarullah) di Yaman.
Dia menambahkan, “Iran juga tidak akan muncul bersih dari konfrontasi tersebut.” Pernyataan ini menunjukkan niat Israel menyerang Iran sebagai respon atas serangan rudal Yaman, yang menurut Tel Aviv, adalah buatan Iran.
Sumber tersebut mengatakan bahwa Israel akan “menanggapi dengan tegas dan lebih luas” serangan Yaman yang terus berlangsung.
Beberapa sumber Israel menyebutkan bahwa Tel Aviv sedang mempertimbangkan opsi untuk menyerang langsung target di Iran, serta mengintensifkan serangan terhadap landasan peluncuran rudal dan infrastruktur di Yaman.
Iran dan Israel terlibat konfrontasi langsung pada tahun 2024 di mana keduanya saling bertukar empat serangan langsung. Eskalasi pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya itu terjadi menyusul Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus dan pembunuhan kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh di Teheran. (mm/almayadeen)