TelAviv, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu malam (7/5) berjanji akan melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Yaman, sekalipun tidak dibantu oleh AS.
Netanyahu menyatakan demikian setelah pasukan AS dan pasukan Yaman, yang dimediasi oleh Kesultanan Oman, mencapai kesepakatan gencatan senjata yang tidak melibatkan Israel.
“Israel akan mempertahankan dirinya, dan kami melakukannya di Yaman dan tempat-tempat lain pada jarak yang sangat jauh,” ungkap Netanyahu saat mengomentari perjanjian tersebut dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di platform X.
Dia menambahkan, “Jika teman-teman Amerika kami bergabung dengan kami, itu akan bagus, tapi jika tidak, seperti yang saya katakan, kami akan mempertahankan diri dengan kekuatan kami sendiri.”
Dengan dukungan AS, Israel telah melakukan genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang menjatuhkan korban gugur dan luka sebanyak lebih dari 171.000 warga Palestina, yang sebagian besarnya anak-anak dan kaum wanita, dan menyebabkan lebih dari 11.000 orang Palestina hilang.
Menanggapi genosida Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza, Angkatan Bersenjata Yaman telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal Israel dan target-target di Palestina pendudukan. (mm/raialyoum)