TelAviv, LiputanIslam.com – Israel melancarkan serangan udara yang terkoordinasi dengan AS terhadap Yaman pada Senin malam (5/5), sehari setelah Yaman melancarkan serangan menggemparkan yang menyasar Bandara Ben Gurion di Palestina pendudukan.
Militer Israel mengaku telah mengebom sasaran-sasaran di Hodeidah, Yaman barat, dan menyatakan bahwa serangan itu membidik pelabuhan Hodeidah dan sebuah pabrik beton di sebelah timur kota tersebut.
Tentara pendudukan Israel mengklaim bahwa pelabuhan Hodeidah digunakan untuk penyelundupan senjata dan peralatan militer Iran kepada Houthi (Ansarullah), yang mereka tuding “beroperasi dengan pendanaan dan arahan Iran untuk mengganggu stabilitas dan mengancam navigasi internasional”.
Media yang berafiliasi dengan Ansarullah mengonfirmasi adanya serangan dan menyatakan bahwa “agresi Amerika-Israel menyasar distrik Bajil di Hodeidah, Yaman barat,” dan bahwa pelabuhan Hodeidah juga menjadi sasaran enam serangan udara.
Saluran Al-Masirah milik Ansarullah melaporkan bahwa serangan Israel dan AS serangan udara AS-Israel terhadap Pabrik Semen Bajil telah menggugurkan dua orang dan melukai 42 orang.
Militer Yaman bersumpah akan melancarkan serangan balasan, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Hashem Sharaf al-Din, juru bicara pemerintahan Ansarullah.
Saluran 12 Israel mengutip pernyataan pejabat bahwa 30 jet tempur Israel berpartisipasi dalam serangan udara itu, tanpa mengungkapkan rincian lebih lanjut.
Sumber keamanan Israel mengatakan kepada Channel 12 Israel bahwa 48 bom dijatuhkan di lebih dari 10 target di Yaman, dan bahwa pelabuhan Hodeidah mengalami pukulan hebat.
Surat kabar Israel Hayom mengutip keterangan sumber keamanan Israel bahwa serangan terhadap Yaman dilakukan dalam delapan gelombang, dan bahwa puluhan pesawat Israel menyerang pelabuhan Hodeidah, bersamaan dengan serangan AS terhadap Yaman.
Israel Hayom mengungkapkan bahwa tentara Israel telah menamai serangan di Yaman “Operasi Kota Pelabuhan.”
Saluran 14 Israel juga melaporkan bahwa puluhan pesawat menyerang pelabuhan Hodeidah dan sebuah pabrik beton di bawah kendali Houthi. Sebuah sumber keamanan mengungkapkan kepada surat kabar Israel Hayom bahwa dermaga bongkar muat kargo juga termasuk di antara lokasi yang menjadi sasaran.
“Serangan yang sangat kuat ini bukanlah yang terakhir, dan waktu untuk bermain sudah berakhir,” tegas seorang pejabat Israel, seperti dikutip saluran 14.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam sebuah video yang diunggah di media sosial sebelum serangan mengaku akan menuju Kementerian Pertahanan “untuk tujuan penting.”
Axios mengutip pernyataan seorang pejabat “senior” AS bahwa serangan Israel di Yaman dikoordinasikan dengan AS, dan bahwa “Israel telah memberi tahu Washington sebelum serangan tersebut.”
Dikutip saluran 13 Israel, sumber keamanan mengatakan bahwa Israel tidak memperkirakan serangan itu akan dapat menghentikan serangan rudal Yaman terhadap Israel, dan karena itu, tentara Israel sedang mempersiapkan diri menghadapi serangan baru Yaman.
Perusahaan Penyiaran Israel mengutip pernyataan seorang pejabat bahwa perhitungan terhadap Yaman telah berubah setelah Bandara Ben Gurion menjadi sasaran.
Pada hari Minggu, militer Israel mengumumkan bahwa sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman telah jatuh di Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv setelah gagal dicegat. Serangan ini menyebabkan terjadinya kawah seluas dan sedalam puluhan meter.
Juru bicara militer Yaman Brigjen Yahya Saree mengonfirmasi bahwa pasukan rudal Yaman telah “melaksanakan operasi militer terhadap Bandara Ben Gurion di Tel Aviv dengan rudal balistik hipersonik, dan berhasil mengenai sasarannya.”
Setelah serangan bandara, maskapai penerbangan membatalkan penerbangan mereka yang dijadwalkan pada hari Minggu ke Tel Aviv, termasuk Lufthansa, Swiss International Air Lines, Austrian Airlines, Air India, Alitalia, dan Air Europa, menurut Channel 13 Israel. (mm/aljazeera/raialyoum/alalam)