TelAviv, LiputanIslam.com – Saluran berita Al-Jazeera yang berbasis di Doha, Qatar, pada hari Ahad (4/5) melaporkan bahwa ledakan rudal Yaman di area Bandara Ben-Gurion, Israel, telah menimbulkan lobang atau kawah sedalam 25 meter.
Saat memberitakan dampak tersebut, presenter Al-Jazeera lantas menanyakan kepada pakar militer dan strategi Lebanon, Brigjen (purn.) Elias Hanna, dan sang pakar pun menjawab bahwa menurut informasi yang tersedia bahwa sejauh ini hulu ledak itu masih belum diketahui, namun dia memastikan bahwa hulu ledak itu sangat besar dengan bobot bahan peledak sekira 200-300 kilogram.
“Jika kita bicara angka 25-30 meter, kedalamannya juga, maka rudal ini berbobot sedikitnya 200 kilogram. Karena itu, seandainya rudal itu jatuh menimpa bagian ketiga bangunan atau bangunan utama administrasi bandara itu maka akan menimbulkan kerusakan besar,” ujarnya.
Dia menambahkan, “Tidak dijatuhkannya rudal itu terlimpahkan (kesalahannya) pada AS, sementara pada 3-4 hari lalu jet tempur F-18 sendiri terjatuh dari kapal induk UUS Harry Truman ketika jet ini berusaha menghindari rudal yang ditembakkan dari Yaman. Hal ini menunjukkan kemampuan Yaman menyerang senjata paling mutakhir di dunia.”
Sementara itu, dalam sebuah video dari lokasi kejadian di dekat Bandara Ben Gurion, Yair Hezroni, kepala distrik pusat polisi, juga menyorot dampak ledakan rudal Yaman.
“Anda dapat melihat area tepat di belakang kami: sebuah kawah terbentuk di sini, selebar beberapa puluh meter dan sedalam beberapa puluh meter,” katanya.
Setelah beberapa video terkait ledakan di bandara itu beredar luas di medsos, militer Israel untuk pertama kalinya mengakui kegagalan beberapa sistem pertahanan udaranya mengintersepsi rudal Yaman,
Dalam pernyataan singkat di Twitter mereka menyatakan: “Sistem pertahanan udara Arrow Israel dan THAAD Amerika gagal mencegat rudal balistik yang diluncurkan dari Yaman.”
Dalam pernyataan tersebut mereka mengklaim bahwa “hasil awal menunjukkan tidak ada cacat dalam proses deteksi atau dalam pengoperasian sistem intersepsi dan peringatan di garis depan.”
Mereka juga mengklaim bahwa kegagalan terjadi kemungkinan besar adalah akibat gangguan teknis saat berupaya mencegat rudal Yaman.
Dilaporkan di Israel bahwa rudal Yaman tersebut jatuh di tempat terbuka di area Bandara Ben-Gurion, menyebabkan tujuh orang menderita luka ringan dan dihentikannya aktivitas bandara selama sekira satu jam. (mm/aljazeera/raialyoum)