Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menegaskan bahwa tragedi Palestina dan genosida di Gaza tidak akan terjadi seandainya umat Islam bersatu, dan Yaman pun tidak akan mendapat tekanan sedemikian besar dari pihak-pihak yang membela Rezim Zionis Israel.
“Bagi umat Islam tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat daripada persatuan. Seandainya umat Islam bersatu, bergandengan tangan, bekerja sama, dan saling melengkapi maka tidak akan terjadi apa yang terjadi di Gaza dan Palestina. Yaman pun tidak akan berada di bawah tekanan,” ungkapnya dalam kata sambutan saat menerima sejumlah calon jemaah haji dan panitia penyelenggara ibadah haji Iran di Teheran, Ahad (4/5).
Ayatullah Khamenei menambahkan, “Ketika kita terpecah belah maka imperialis AS, Rezim Zionis, sejumlah negara lain, Eropa dan non-Eropa, dengan cara masing-masing memaksakan kepentingan dan ketamakan mereka terhadap kepentingan berbagai bangsa. Anda melihat apa yang terjadi pada sejumlah negara yang berada dalam tekanan mereka, sebagaimana di Gaza.”
Ibadah Haji 100% Bernuansa Politik
Ayatullah Khamenei juga menyoroti dimenasi politik dalam ibadah haji. Dia mengatakan, “Bertentangan dengan upaya, kata-kata, dan tindakan beberapa orang yang menodainya, hakikat haji adalah politis, bentuknya politis, dan komposisinya politis. Ibadah haji mungkin adalah satu-satunya kewajiban yang bentuk dan penampilan luarnya serta komposisinya 100 persen politis.”
Dia menjelaskan, “Pengumpulan orang – yang berkemampuan- di satu tempat, pada satu waktu, setiap tahun, hakikat dari kebersamaan ini adalah politis.”
Dia juga menyebutkan bahwa lebih dari sekadar ziarah biasa dan perjalanan wisata, ibadah haji merupakan “partisipasi dalam praktik sangat penting yang ditetapkan oleh Allah SWT untuk pengelolaan umat manusia, bukan hanya pengelolaan orang-orang beriman dan Muslim, melainkan juga untuk pengelolaan umat manusia.”
Dia menambahkan, “Haji adalah untuk pengelolaan umat manusia. Haji yang sejati adalah pelayanan kepada umat manusia, bukan hanya untuk diri sendiri, negara Anda, dan umat Islam; ini adalah pelayanan kepada umat manusia.”
Ayatullah Khamenei menyatakan bahwa pemerintah Islam, khususnya Arab Saudi sebagai tuan rumah bagi jutaan peziarah, berkewajiban menjelaskan hikmah dan tujuan ritual haji. Dia juga mengatakan bahwa pejabat negara, ulama dan intelektual, penulis, dan tokoh masyarakat juga berkewajiban menjelaskan hakikat ibadah haji kepada masyarakat. (mm/alalam/presstv)