Teheran, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, dalam panggilan telepon dengan mitranya dari RI, Sugiono, pada hari Kamis (24/4) menekankan urgensi negara-negara Islam mengambil tindakan untuk menghentikan kejahatan Israel.
Araghchi mengatakan bahwa entitas Zionis, dengan dukungan komprehensif dari AS dan sejumlah negara Barat lainnya, telah mengubah Jalur Gaza dan Tepi Barat menjadi ajang genosida dan penyiksaan terhadap rakyat Palestina yang tidak bersalah.
Meskipun keputusan untuk penangkapan para gembong penjahat Zionis telah dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional, demikian pula perintah sementara dari Mahkamah Internasional untuk penghentian genosida, Rezim Zionis masih saja melanjutkan serangan biadabnya.
Araghchi menambahkan bahwa Israel secara bersamaan melanjutkan serangan dan agresinya terhadap Lebanon dan Suriah, sementara AS menyerang Yaman demi mendukung Israel.
Aksi Israel dan AS itu membuat seluruh kawasan Timur Tengah mengalami kemerosotan keamanan hingga level terendah, sehingga negara-negara Islam diharapkan dapat menunjukkan tindakan yang lebih besar untuk menghentikan kejahatan tersebut dan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat tertindas Palestina.
Dikutip Al-Alam, Menlu RI Sugiono menegaskan keinginan negaranya memperluas kerja sama dan koordinasi dengan Iran, baik di tingkat bilateral maupun multilateral. Dia juga menyambut baik usulan yang disampaikan untuk memperkuat hubungan dan kerja sama bilateral.
Sugiono mendukung sikap mitranya dari Iran terkait penderitaan rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat, dengan menekankan perlunya konsensus dan upaya bersama oleh negara-negara Islam untuk segera menerapkan gencatan senjata dan membuka kembali rute bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Dia juga memuji Araghchi atas informasi terbaru yang disampaikan Araghchi tentang pembicaraan tidak langsung antara Iran dan AS, dan menyampaikan harapannya agar mencapai hasil yang diinginkan, mengingat komitmen semua pihak pada dialog dan diplomasi. (mm/alalam)