Sanaa, LiputanIslam.com – 12 orang gugur dan 30 lainnya terluka pada Minggu malam (20/4) akibat serangan udara terhadap ibu kota Yaman, Sanaa, menurut media yang berafiliasi dengan gerakan Ansarullah, yang mengaitkan serangan tersebut dengan pasukan AS.
Peristiwa ini terjadi sehari setelah dua orang gugur dalam serangan udara serupa di Sanaa.
Pada hari Jumat, kelompok Ansarullah mengumumkan 80 orang gugur dan 150 lainnya terluka akibat serangan udara AS pada malam hari terhadap pelabuhan minyak Ras Issa di Provinsi Hudaydah di pantai Laut Merah.
Kantor berita Yaman Saba, yang berafiliasi dengan Ansarullah, mengutip pernyataan Kementerian Kesehatan bahwa “12 warga gugur dan 30 lainnya terluka, akibat serangan udara AS terhadap sebuah pasar di lingkungan Farwa di distrik Shu’ub, dalam jumlah korban sementara.”
Laporan tersebut menyusul pengumuman jumlah korban awal yang disiarkan oleh saluran Al Masirah yang berafiliasi dengan Ansarullah, bahwa bahwa tiga orang gugur dan 12 lainnya terluka.
Selain serangan di Sanaa, yang telah berada di bawah kendali Ansarullah sejak 2014, serangan udara lainnya tercatat pada Minggu malam di provinsi Ma’rib (tengah), Al Hudaydah (barat), dan Saada, benteng Houthi (utara), menurut sumber yang sama.
Serangan pada Kamis malam adalah yang paling mematikan dalam kampanye udara intensif yang dilancarkan oleh AS sebulan lalu.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB mengatakan pada hari Sabtu bahwa Antonio Guterres “sangat prihatin” dengan serangan udara ini.
Wilayah Ansarullah di Yaman telah menjadi sasaran serangan udara hampir setiap hari sejak AS pada tanggal 15 Maret mengumumkan peluncuran operasi militer terhadap mereka untuk menghentikan serangan mereka terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah dan Teluk Aden.
Sejak pecahnya perang antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza menyusul serangan gerakan itu di wilayah selatan Palestina yang diduduki pada 7 Oktober 2023, pasukan Yaman kubu Ansarullah telah melancarkan puluhan serangan rudal terhadap Israel dan kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah.
Washington meluncurkan serangan udaranya pada Januari 2024. Serangan itu meningkat secara dramatis di bawah Presiden Donald Trump saat ini, dimulai dengan serangan yang menggugurkan 53 orang pada tanggal 15 Maret.
Serangan pasukan Yaman telah melumpuhkan lalu lintas pelayaran melalui Terusan Suez, jalur perairan vital yang biasanya dilalui sekitar 12% lalu lintas pelayaran global, sehingga memaksa banyak perusahaan untuk menggunakan rute alternatif yang mahal di sekitar Tanjung Harapan di Afrika Selatan. (mm/raialyoum)