Gaza, LiputanIslam.com – Pasukan Israel melancarkan serangan yang menggugurkan sedikitnya 48 warga Palestina, termasuk dua keluarga secara total, dengan mengebom beberapa wilayah di Jalur Gaza sebagai bagian dari genosida yang telah berlangsung selama 19 bulan, menurut sumber pertahanan sipil dan medis pada hari Kamis (17/4).
Terkait perkembangan itu, antara lain dilaporkan bahwa Pertahanan Sipil menyatakan, “Kejahatan kejam baru Israel terhadap warga sipil Palestina. Lebih dari 15 korban gugur, yang sebagian besarnya wanita dan anak-anak, ditemukan setelah serangan terhadap tenda-tenda pengungsi di ujung Jalan Al-Istable di wilayah Mawasi Khan Yunis (Jalur Gaza selatan). Pengeboman itu menyebabkan kebakaran di tenda-tenda dan terbakarnya mayat-mayat serta korban luka.”
Menurut sumber medis, di antara para syuhada terdapat lima anak-anak dan empat wanita.”
Di Jalur Gaza bagian tengah, “seorang warga Palestina gugur dan beberapa lainnya terluka akibat serangan pesawat nirawak Israel terhadap sekelompok warga sipil di sebelah timur kamp pengungsi Nuseirat,” kata seorang sumber medis.
Sebuah sumber medis mengatakan bahwa “dua warga Palestina gugur dalam penembakan artileri Israel yang menargetkan wilayah Shuja’iyya di sebelah timur Kota Gaza.”
Penembakan artileri juga terjadi di utara kamp Al-Bureij dan timur laut Nuseirat, sementara kapal perang menembaki pantai barat kamp Nuseirat, menurut saksi mata.
Di Jalur Gaza utara, saksi mata menuturkan bahwa “pesawat nirawak kamikaze Israel menargetkan Sekolah Ayubia, yang menampung para pengungsi, di kamp Jabalia, yang menyebabkan kebakaran di sana.”
Sumber medis di Rumah Sakit Indonesia mengatakan, “Jasad hangus dari empat orang syahid, termasuk seorang anak, tiba akibat pengeboman Sekolah Ayoubiya, di samping beberapa orang yang terluka parah.”
Sebuah sumber medis mengatakan bahwa “sebuah pesawat nirawak Israel mengebom sebuah tenda yang menampung orang-orang terlantar di Jalan Interior baru di Jabalia.”
Dia menjelaskan bahwa pengeboman tersebut mengakibatkan “gugurnya tujuh warga Palestina, termasuk seluruh keluarga Asaliya: sang suami, sang istri, dan kelima anak mereka, serta terlukanya 15 orang lainnya.”
Juga di wilayah utara Beit Lahia, enam orang yang gugur dan terluka ditemukan setelah serangan Israel terhadap tenda yang menampung para pengungsi, menurut pernyataan Pertahanan Sipil. (mm/raialyoum)