Teheran, LiputanIslam.com – Kepala Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) tiba di Teheran pada hari Rabu (15/4) untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat senior setelah menyebutkan bahwa Iran tidak jauh dari menciptakan senjata nuklirnya sendiri.
Iran memiliki cukup bahan untuk memproduksi banyak bom tetapi belum memiliki senjata nuklir, kata Rafael Mariano Grossi kepada harian Prancis Le Monde.
Mengenai kemungkinan Teheran memperoleh senjata nuklir, Grossi mengatakan, “Ini seperti teka-teki gambar, mereka memiliki potongan-potongannya dan suatu hari mereka dapat menyatukan semuanya. Ada jalan yang harus ditempuh untuk mencapainya. Tetapi mereka tidak jauh dari itu, kita harus menerimanya. Dalam empat tahun terakhir, kita telah melihat percepatan yang luar biasa di Iran di bidang ini.”
Dia menekankan bahwa IAEA harus diikutsertakan dalam proses dialog antara Iran dan AS mengenai kegiatan nuklir Iran.
“Mereka tahu bahwa kita harus memberikan pendapat kita tentang kemungkinan kesepakatan karena terserah kita untuk memeriksanya,” ujar Grossi, yang disambut di bandara Teheran oleh Behrouz Kamalvandi, wakil presiden Organisasi Energi Atom Iran.
Selama kunjungan dua hari, Grossi akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Mohammad Islami, kepala Organisasi Energi Atom.
Presiden AS Donald Trump, yang secara sepihak menarik negaranya dari kesepakatan nuklir dengan Iran pada tahun 2018, bulan lalu mengirim surat kepada Pemimpin Besar Iran Ayatullah Ali Khamenei berisikan ajakan perundingan nuklir langsung antara kedua negara. Iran menanggapi surat tersebut melalui Oman.
Setelah pertukaran surat tersebut, Iran dan AS mengadakan pembicaraan tidak langsung di Oman pada hari Sabtu, dan kedua belah pihak kemudian menyebut pembicaraan tersebut “positif dan konstruktif.”
Mereka mengumumkan akan bertemu lagi pada tanggal 19 April di Roma.
Steve Witkoff, utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, mengatakan pada hari Selasa bahwa Iran harus menghentikan pengayaan uranium, setelah sebelumnya berbicara tentang batas pengayaan.
Araghchi mengatakan Iran siap untuk mengatasi kekuatiran tentang program nuklirnya, tapi memastikan tidak akan menegosiasikan haknya untuk memperkaya uranium. (mm/raialyoum/alalam)