Sanaa, LiputanIslam.com – Pemerintah Yaman kubu Ansarullah mengumumkan pada Minggu malam (13/4) bahwa sedikitnya lima orang gugur dan 10 lainnya terluka akibat serangan udara AS yang menghantam pabrik keramik di sebelah barat ibu kota, Sanaa.
Peristiwa diungkap dalam pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Yaman menyusul pengumuman tentang tiga serangan udara AS yang menyasar Pabrik Keramik Al-Sawari di Distrik Bani Matar.
“Dua orang gugur syahid dan 10 orang terluka merupakan korban awal agresi AS terhadap pabrik keramik di Distrik Bani Matar,” bunyi pernyataan itu tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Yaman Anis Al-Asbahi melalui platform X menyatakan; “Jumlah warga sipil yang syahid dan terluka akibat agresi Amerika terhadap pabrik Al-Sawari di wilayah Matna di Bani Matar telah mencapai 18 orang, termasuk 5 orang syahid dan 13 orang terluka dalam jumlah korban awal.”
Sejak 15 Maret hingga Minggu malam terpantau ratusan serangan udara AS di Yaman, yang mengakibatkan gugurnya 119 warga sipil dan cederanya 231 lainnya, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak dan wanita.
Serangan AS tersebut dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan militer negaranya untuk melancarkan “serangan besar” terhadap Ansarullah, sebelum mengancam akan “memusnahkan” mereka sepenuhnya.
Namun, kelompok itu mengabaikan ancaman Trump dan melanjutkan pengeboman lokasi-lokasi di Palestina pendudukan dan kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah, sebagai tanggapan atas dimulainya kembali perang genosida Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza sejak 18 Maret 2025.
Sebelumnya pada hari Minggu, Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan pihaknya telah meluncurkan dua rudal balistik menuju Bandara Ben Gurion dan target militer di Israel, sementara tentara Israel mengumumkan bahwa mereka telah mencegat sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman.
Dalam sebuah pernyataan, pasukan Yaman itu mengaku telah melancarkan “operasi militer kualitatif, dengan dua rudal balistik, salah satunya adalah rudal hipersonik Palestine 2 terhadap pangkalan udara Sdot Micha di wilayah Ashdod Timur, dan rudal lainnya, Dzulfiqar, terhadap Bandara Ben Gurion di wilayah pendudukan Jaffa.” (mm/raialyoum/alalam)