Teheran, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan putaran pertama negosiasi tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Oman membuat kedua pihak lebih dekat pada penetapan “dasar negosiasi” untuk diskusi di masa mendatang.
Dengan mediasi Oman, Araghchi dan Steve Witkoff, Utusan Khusus Presiden AS untuk Urusan Timur Tengah, memimpin putaran pertama pembicaraan tidak langsung di Muscat, Oman, pada hari Sabtu (12/4).
Araghchi mengumumkan bahwa putaran diskusi berikutnya diharapkan akan berlangsung pada tanggal 19 April di tingkat yang sama, sementara Oman akan terus bertindak sebagai mediator, dan tempat untuk sesi berikutnya dapat berubah.
Araghchi menambahkan bahwa diskusi tersebut bertujuan membuat agenda terstruktur untuk negosiasi berdasarkan garis waktu.
“Kami sepakat untuk mengadakan putaran kedua Sabtu depan, dan pada sesi berikutnya, kami akan mendalami kerangka kerja keseluruhan yang dapat diambil oleh kesepakatan untuk melihat sejauh mana proses ini dapat maju,” katanya.
Araghchi menekankan pentingnya penetapan dasar bagi perundingan.
“Jika kita dapat merampungkan dasar tersebut pada pertemuan berikutnya…kita dapat memulai diskusi nyata berdasarkan dasar tersebut,” tuturnya.
Dia memuji kerja keras Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad Al Busaidi selama sekitar 2,5 jam perundingan tidak langsung antara Teheran dan Washington, yang berpindah-pindah antara kedua delegasi untuk menyampaikan pesan mereka.
Dia juga menyebut putaran pertama perundingan sebagai “konstruktif” dan mengatakan bahwa perundingan itu dilakukan dalam “suasana yang tenang dan penuh rasa hormat.”
“Tidak ada bahasa yang tidak pantas yang digunakan. Kedua belah pihak menunjukkan tekad mereka untuk memajukan perundingan hingga tercapai kesepakatan yang diinginkan oleh kedua belah pihak dan didasarkan pada kedudukan yang setara,” imbuhnya.
Menteri luar negeri mengatakan bahwa pihaknya maupun AS tidak ingin “berunding hanya demi berunding” dan tidak mendukung “pembicaraan yang melelahkan” dan berlarut-larut.
Menurutnya, baik Teheran maupun Washington menyuarakan keinginan mereka untuk mencapai kesepakatan “dalam waktu sesingkat-singkatnya.”
“Namun, ini tidak akan mudah dan membutuhkan tekad penuh dari kedua belah pihak,” sambungnya.
Dia menyebutkan bahwa Teheran akan memeriksa dan berkonsultasi secara cermat isu-isu yang dibahas di Muscat di berbagai tingkatan.
Araghchi mengatakan pertemuan tatap muka singkat antara delegasi Iran dan AS setelah pembicaraan itu cukup normal.
“Ketika meninggalkan tempat itu, kedua delegasi bertemu satu sama lain, dan kami berbicara selama beberapa menit. Ini adalah masalah yang sepenuhnya dapat diterima,” jelasnya.
Dia juga mengatakan, “Kami selalu menjaga kesopanan diplomatik ketika berurusan dengan diplomat Amerika, dan kali ini juga, kami saling menyapa terlebih dahulu, lalu meninggalkan tempat itu. Itu bukan hal yang luar biasa.”
Dalam sebuah posting di akun X miliknya, Araghchi menegaskan kembali bahwa pembicaraannya dengan Witkoff “konstruktif dan menjanjikan”, dilakukan “dalam suasana saling menghormati dan “diselenggarakan dan dimediasi dengan baik” oleh mitranya dari Oman.
“Saya menguraikan sudut pandang Iran dengan cara yang tegas namun berwawasan ke depan,” tambahnya.
Dia juga mencatat bahwa Teheran dan Washington memutuskan untuk melanjutkan proses tersebut “dalam hitungan hari.” (mm/presstv)
