Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah pada Jumat malam (11/4) mengumumkan bahwa AS melancarkan serangan dengan target Provinsi Hudaydah di Yaman barat.
Saluran Al Masirah milik Ansarullah dalam rilis berita singkat menyebutkan bahwa agresi AS menyasar distrik Bara’a di Kegubernuran Hudaydah dengan dua serangan udara, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Pada Jumat pagi, pesawat AS melancarkan serangkaian serangan terpisah terhadap wilayah permukiman dan pertanian di ibu kota Yaman, Sanaa.
TV Al Masirah melaporkan bahwa pesawat AS menggempur distrik Bani Hashish, timur Sanaa, dengan lima serangan udara berturut-turut, yang menyebabkan kerusakan material yang signifikan pada properti publik dan pribadi.
Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah pada Jumat malam juga mengumumkan bahwa mereka telah melakukan operasi militer dengan menggunakan dua pesawat nirawak (drone) terhadap dua target militer Israel di Tel Aviv.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan video mengatakan, “Angkatan Udara melakukan operasi militer kualitatif terhadap dua target musuh Israel di Jaffa yang diduduki (Tel Aviv) menggunakan dua pesawat tak nirawak Yafa.”
Sebelumnya pada hari Jumat, dia mengumumkan bahwa pasukan Yaman telah menargetkan kapal induk AS Harry S. Truman dengan beberapa rudal dan drone di Laut Merah utara dalam beberapa jam terakhir.
Yahya Saree dalam sebuah pernyataan video mengatakan “Pasukan rudal, angkatan udara, dan angkatan laut terus menargetkan kapal-kapal angkatan laut musuh di Laut Merah utara.”
Sejak 15 Maret hingga Kamis (11/4), terjadi ratusan serangan udara AS di Yaman, yang mengakibatkan kematian 118 warga sipil dan cederanya 222 lainnya, sebagian besar adalah anak-anak dan wanita, menurut data Ansarullah.
Serangan AS tersebut dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan militer negaranya untuk melancarkan “serangan besar” terhadap Yaman, sebelum mengancam akan “memusnahkan” Ansarullah sepenuhnya.
Namun, Ansarullah mengabaikan ancaman Trump dan melanjutkan pengeboman lokasi-lokasi di dalam Israel dan kapal-kapal yang menuju ke negara itu di Laut Merah, sebagai tanggapan atas dimulainya kembali perang pemusnahan oleh Tel Aviv terhadap warga Palestina di Jalur Gaza sejak 18 Maret.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel, dengan dukungan penuh AS, telah melakukan kejahatan genosida di Gaza, yang menyebabkan lebih dari 166.000 warga Palestina gugur dan terluka, yang sebagian besar dari mereka adalah anak-anak dan wanita, dan lebih dari 11.000 orang hilang. (mm/raialyoum)