Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian Dalam sambutannya pada acara Hari Teknologi Nuklir Nasional, Kamis (9/4), menjelaskan berbagai capaian Iran di bidang nuklir untuk tujuan damai, dan memastikan negara republik Islam ini akan membalas segala bentuk agresi militer pihak lain. Bersamaan dengan ini, Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak tertutup kemungkinan pihaknya akan menggunakan kekuatan militer untuk memaksa Iran berhenti menjalankan proyek nuklir.
Presiden Iran mengatakan, “Berdasarkan laporan ilmiah dan pencapaian dalam negeri, sangat jelas terlihat bahwa jika kemajuan ini tidak terwujud, banyak warga negara kita yang akan kehilangan nyawa atau terpaksa pergi ke Eropa atau negara lain untuk mendapatkan pengobatan sederhana.”
Dia menjelaskan, “Di berbagai bidang, termasuk penyediaan peralatan, kegiatan perkotaan, dan proses pembangunan, kita tidak lagi bergantung pada pihak lain. Kita tidak mencari perang, namun kita akan berdiri teguh melawan segala bentuk agresi, dengan mengandalkan pengetahuan, kemampuan, dan kewenangan yang diciptakan oleh rakyat negeri ini. Semakin besar tekanan musuh, semakin kuat pula kita, dan semakin besar ancaman, semakin kuat pula ketahanan kita.”
Presiden juga menyatakan bahwa negaranya yang terus berkembang pesat di berbagai bidang sama sekali tidak berniat mengusik negara lain.
“Kita bukan agresor, dan tidak berencana menyerang negara mana pun. Kita selalu mengatakan kepada negara-negara Islam bahwa persaudaraan kita bukan sekadar slogan politik, melainkan keyakinan agama. Keyakinan ini bersumber dari prinsip-prinsip kami, dan bukan taktik politik, seperti yang dilakukan oleh sebagian pihak lain,” tuturnya.
Dia menambahkan, “Terlepas dari semua tantangan, kita selalu berusaha untuk membangun hubungan yang sehat, kehidupan yang damai, dan hubungan yang didasarkan pada perdamaian dan persaudaraan dengan orang lain. Namun, entitas Zionis hingga saat ini terus membunuh wanita, anak-anak, orang tua, dan orang muda tanpa ampun, tanpa mempertimbangkan kemanusiaan atau menghormati hukum internasional.”
Dia juga menyebutkan, “Jika kami membela diri, mereka akan menuduh kami, dan jika kami tetap tidak berdaya, mereka tidak akan memberi kami dukungan apa pun. Sebaliknya, mereka akan melakukan kepada kami hal yang sama seperti yang mereka lakukan hari ini kepada rakyat Gaza, Lebanon, dan Suriah.”
Pezeshkian juga memastikan negaranya tidak bermaksud meraih senjata nuklir.
“Iran tidak pernah, tidak juga sekarang, dan tidak akan pernah, berusaha membuat bom nuklir,” tegasnya.
Dia menambahkan, “Kami menginginkan perdamaian, keamanan, dan dialog, tapi dialog yang penuh dengan kebanggaan dan kemerdekaan, dan kami tidak akan mundur dari pencapaian ilmiah, teknologi, dan terhormat kami… Kami tidak akan pernah sudi menegosiasikan martabat dan tujuan nasional kami. Kami tidak akan membiarkan orang lain menentukan nasib kami atau menghambat ide, kreativitas, dan inovasi pemuda di negeri ini.”
Di pihak lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan tindakan militer terhadap Iran “sangat mungkin” dilakukan jika perundingan gagal mencapai kesepakatan. Dia menekankan bahwa “tidak ada cukup waktu” untuk mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran.
Ketika ditanya mengenai pilihan tindakan militer, Trump mengatakan kepada wartawan, “Jika perlu, tentu saja.”
Dia menambahkan, “Jika intervensi militer diperlukan, maka akan ada intervensi militer. Tentu saja, Israel akan terlibat secara kuat dalam hal ini, dan di pusat komando.” (mm/alalam/raialyoum)