TelAviv, LiputanIslam.com – Data resmi Israel pada hari Selasa (25/3) mengungkapkan bahwa 16.000 tentara Zionis telah terluka sejak 7 Oktober 2023.
Data ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan, Amir Baram, dalam pidatonya pada konferensi internasional pertama Departemen Rehabilitasi Kementerian di Tel Aviv, Israel tengah.
Dilaporkan bahwa “16.000 orang telah bergabung dengan barisan tentara Israel yang terluka sejak 7 Oktober 2023.”
Dia menjelaskan bahwa “satu dari dua orang yang terluka dirawat oleh departemen rehabilitasi karena tekanan psikologis.”
Sejak dimulainya perang genosida di Gaza, tentara dan pemukim Israel telah meningkatkan serangan mereka di Tepi Barat, termasuk Al-Quds (Yerusalem) Timur, yang mengakibatkan kematian lebih dari 938 warga Palestina, cederanya hampir 7.000 orang, penangkapan 15.700 orang, dan pengungsian lebih dari 40.000 orang, menurut angka resmi Palestina.
Pada tanggal 8 Oktober 2023, Israel melancarkan agresi terhadap Lebanon, yang meningkat menjadi perang skala penuh pada tanggal 23 September 2024, hingga mengakibatkan lebih dari 4.000 orang gugur dan hampir 17.000 orang terluka, termasuk sejumlah besar anak-anak dan wanita, serta menyebabkan sekitar 1,4 juta orang mengungsi. (mm/railalyoum)