Teheran, LiputanIslam.com – Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memamerkan sistem rudal baru di tiga pulau strategis di Teluk, sembari memastikan sistem itu mampu menyasar “pangkalan, kapal, dan aset musuh di dekatnya”, menurut laporan media Iran yang dikutip Rai al-Youm pada hari Ahad (22/3).
Senjata-senjata itu dikerahkan di pulau Tubs Besar dan Tunb Kecil serta Abu Musa di dekat Selat Hormuz, jalur pelayaran penting di mana IRGC melakukan manuver militer belum lama ini.
Pengumuman tentang sistem rudal itu dinyatakan saat Iran bersiap menanggapi surat dari Presiden AS Donald Trump yang menyerukan dimulainya kembali perundingan nuklir dan peringatan kemungkinan tindakan militer jika Iran menolak.
“Kami punya taktik untuk mempersenjatai” gugus pulau itu, kata komandan AL IRGC Laksamana Alireza Tangsiri.
“Kami mampu menyerang pangkalan, kapal, dan aset musuh di kawasan tersebut,” tambahnya dalam sebuah pernyataan kepada televisi pemerintah.
Menurut Tangsiri, sistem baru itu dapat “menghancurkan target apa pun pada jarak 600 kilometer”.
September tahun lalu, Alireza Tangsiri mengatakan bahwa Iran “memperluas” kemampuan pertahanannya di kepulauan tersebut.
Sementara itu, Komandan Angkatan Darat Iran Brigjen Kiumars Heidari mengatakan pasukannya waspada dan sepenuhnya siap menghancurkan musuh yang melakukan kesalahan.
“Angkatan Darat Iran selalu waspada, siaga, dan siap untuk menghancurkan kehidupan musuh jika terjadi kesalahan,” tegas Heidari pada hari Sabtu.
Dia menambahkan bahwa sangat penting bagi unit militer Iran untuk terus meningkatkan kesiapan tempur dan daya tangkal mereka untuk meningkatkan keamanan berkelanjutan Republik Islam Iran.
Dia menekankan bahwa Angkatan Darat Iran menjaga kewaspadaan penuh mereka dan mengandalkan pencapaian pertahanan dan keamanan terkini untuk menjaga keamanan perbatasan.
Pada hari Jumat lalu Pemimpin Besar Iran Ayatullah Ali Khamenei menegaskan AS “tidak akan pernah mencapai hasil apa pun dengan mengancam” Iran. Dia memperingatkan bahwa “jika AS bertindak keji terhadap bangsa Iran, maka AS akan mendapat tamparan keras.”
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyebut pesan Trump pada hari Kamis sebagai “ancaman yang lebih besar” dan mengklaim menawarkan “peluang”. Dia juga mengatakan bahwa Teheran akan menanggapi pesan itu “dalam beberapa hari mendatang.”
Dalam pernyataan yang dipublikasikan pada hari Jumat, utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff mengatakan Trump berusaha menghindari konflik bersenjata dengan Iran dengan membangun kepercayaan dengan Teheran.
Witkoff menekankan bahwa pesan Trump itu tidak dimaksudkan sebagai ancaman. (mm/raialyoum/alalam)