Daraa, LiputanIslam.com – Jumlah korban tewas meningkat menjadi empat warga Suriah pada hari Rabu (19/3) akibat serangan udara Israel di provinsi Daraa pada hari Senin lalu, setelah seorang pemuda meninggal karena luka-lukanya.
Hal ini sesuai dengan apa yang diumumkan Pertahanan Sipil Suriah dalam sebuah pernyataan melalui akunnya di platform X.
Pada hari Senin, pesawat Israel melancarkan serangan udara di beberapa lokasi di provinsi selatan Daraa, yang mengakibatkan jatuhnya korban dan cedera. Beberapa negara Arab dan asing mengecam insiden tersebut, menganggapnya sebagai “pelanggaran mencolok” terhadap kedaulatan Suriah, hukum internasional, dan Piagam PBB.
Pernyataan tersebut melaporkan bahwa salah satu pemuda yang terluka meninggal karena luka-lukanya, “sehingga jumlah korban tewas menjadi empat orang dan 18 lainnya terluka, termasuk empat anak-anak dan seorang wanita,” tanpa memberikan perincian lebih lanjut tentang identitasnya.
Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa di antara yang terluka terdapat tiga relawan pertahanan sipil.
Sejak 1967, Israel telah menduduki sebagian besar Dataran Tinggi Golan Suriah. Memanfaatkan situasi baru di Suriah setelah jatuhnya rezim Assad, Israel menduduki zona penyangga Suriah dan menyatakan runtuhnya perjanjian penarikan pasukan tahun 1974 dengan Suriah.
Israel juga melancarkan ratusan serangan udara terhadap Suriah, menghancurkan lokasi militer, kendaraan, dan amunisi Suriah.
Negara-negara Arab mengutuk serangan Israel di wilayah Suriah dua hari lalu, dan menganggapnya sebagai “pelanggaran mencolok” terhadap persatuan dan kedaulatan Suriah.
Hal itu disampaikan dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh kementerian luar negeri Mesir, Kuwait, Yordania, Oman, Qatar, dan Arab Saudi. (mm/raialyoum)