Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengumumkan bahwa mereka telah melakukan operasi militer gabungan yang menargetkan kapal induk AS Harry S. Truman dengan beberapa rudal jelajah dan pesawat tak berawak di utara Laut Merah.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Brigadir Jenderal Yahya Saree pada hari Rabu (19/3) menyatakan, “Kami telah mendeteksi pergerakan militer musuh di Laut Merah sebagai persiapan untuk serangan udara skala besar terhadap negara kami, dan kami telah melaksanakan operasi militer gabungan.”
Angkatan Bersenjata Yaman menyatakan bahwa mereka melakukan operasi tersebut menggunakan sejumlah rudal jelajah dan pesawat nirawak, yang menargetkan kapal induk AS Harry S. Truman dan sejumlah kapal perang.
Angkatan bersenjata menambahkan bahwa pserangan terhadap kapal induk AS itu adalah yang keempat kalinya dalam 72 jam.
Dia memastikan agresi AS tidak akan menghalangi Yaman memenuhi kewajiban agama, moral, dan kemanusiaannya terhadap rakyat Palestina.
Dia juga menegaskan kembali komitmennya untuk meningkatkan operasi militer terhadap Rezim Zionis Israel kecuali jika mereka menghentikan agresi dan blokadenya terhadap Gaza.
Sementara itu, juru bicara gerakan Ansarullah Mohammad al-Bukhaiti menegaskan Yaman tidak akan gentar dalam melanjutkan perjuangannya membela Gaza meskipun AS pasang badan membela Israel.
Saat diwawancara Al-Jazeera pada hari Selasa (18/3), ketika di tanya apakah pasukan Yaman masih akan terus beraksi meskipun AS membela Israel, Al-Bukhaiti menegaskan, “Ya, tentu saja demkian, sebab tujuan dari operasi dan agresi militer (AS) terhadap Yaman ialah mematahkan kehendak Yaman agar menghentikan operasi dukungannya kepada saudara-saudara kami di Gaza. Ini tidak mungkin terwujud, walaupun kami akan terpaksa berperang sampai hari kiamat, dan walaupun langit ditimpakan ke bumi. Kami sungguh akan terus melancarkan operasi militer kami terhadap entitas Zionis, meski AS dan negara lain manapun terlibat dalam agresi terhadap Yaman. Hal ini takkan menghalangi kami. dari melanjutkan dukungan kami kepada Gaza. Mereka akan merugi dan kalah sebagaimana terjadi pada babak sebelumnya.”
Presiden AS dalam pernyataannya pada hari itu menegaskan bahwa semua yang dilakukan oleh Ansarullah (Houthi) tak lain lain adalah permainan Iran. Dia bahkan mengatakan bahwa Iran mengirim senjata dan membekali apa yang disebutnya – sayang sekali- “teroris”.
“Iran mengirim senjata dan membekali teroris dengan dana dan perlengkapan militer canggih. Kami akan memandang setiap peluru yang ditembakkan oleh Houthi mulai sekarang dan seterusnya sebagai tembakan dari senjata Iran dan para pemimpinnya, dan Iran akan dikenai hukuman,” sumbar Trump.
Saat ditanya mengenai klaim Trump tersebut, Al-Bukhaiti mentatakan, “Ini juga merupakan bagian dari proganda AS dan Israel. Sayang sekali, hal ini juga diadopsi oleh saudara-saudara kami sesama Arab dan Muslimin. Duduk persoalannya bukanlah dari mana kami memperoleh senjata. Masalah yang harus kita pertanyakan ialah; Apakah kami (Yaman) mengusung isu keadilan terkait dengan dukungan kami kepada saudara-saudara kami di Gaza dan membela orang yang tertindas? Apakah kami menggunakan senjata ini dalam perang yang sah? Inilah pertanyaan seharusnya kita lontarkan. Pernyataannya harus sedemikian rupa. Dan jawabannya pun jelas bahwa ya, kami menggunakan senjata ini demi tujuan moral dan kemanusiaan, dan demi menjalani perang berbasis kerakyatan dan sah untuk membela kaum tertindas di Gaza, ataupun demi membela diri kami. Adapun dari mana kami mendapatkan senjata maka ini merupakan urusan sekunder.”
Dia menambahkan, “Karena itu, tujuan dari klaim dan propanda AS itu ialah memframing opini publik Arab, Islam dan global serta mengaburkan masalah substansial, yaitu Palestina, dan bahwa ada orang-orang tertindas yang harus dibela. Sekarang giliran kami yang menyoal: Apakah kami berhak membela Palestina dengan segenap kemampuan, seberapa besarpun risikonya?” (mm/alalam/aljazeera)