Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah mengaku bertanggung jawab atas serangan ketiga kalinya terhadap kapal induk AS di Laut Merah dalam jangka waktu 48 jam pada Selasa pagi (18/3), sebagai tanggapan atas serangan AS di Yaman, yang telah memicu gelombang unjuk rasa rakyat Yaman.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, menyatakan bahwa “sebagai tanggapan atas agresi brutal AS yang terus berkelanjutan terhadap negara kami,” pasukan Yaman telah menyerang “kapal induk AS USS Harry Truman di Laut Merah utara dengan dua rudal jelajah dan dua pesawat nirawak, dan sebuah kapal perusak AS dengan rudal jelajah dan empat pesawat nirawak.”
Pengumuman itu dinyatakan setelah media tersiar laporan bahwa AS melancarkan serangan udara baru di Yaman pada Senin malam.
Sebelumnya, gelombang unjuk rasa akbar anti-AS dan Israel melanda di wilayah Yaman, khususnya di ibu kota, Sanaa, di mana massa mengutuk serangan AS yang dimulai pada Sabtu dan menggugurkan puluhan orang.
Para pengunjuk rasa mengangkat spanduk kecaman serta bendera Yaman dan Palestina, bendera Hizbullah Lebanon, dan foto mantan pemimpin Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah, yang dibunuh oleh Israel pada bulan September. Demonstran lainnya membawa mushaf Al-Quran dan senjata, menurut siaran langsung di saluran TV Al Masirah yang berafiliasi dengan Ansarullah.
Menteri Pertahanan Yaman Mayjen Mohammed Nasser al-Atifi menjanjikan kesiapan tempur penuh negara ini untuk meladeni provokasi dan agresi musuh, dan memperingatkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman akan terlibat dalam konfrontasi maritim yang berlarut-larut dengan musuh.
Al-Atifi menyatakan demikian saat ketegangan meningkat antara Yaman dan AS setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan udara mematikan di Yaman pada Minggu malam.
Serangan tersebut dilancarkan beberapa jam setelah gerakan perlawanan Ansarullah memperingatkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman akan menargetkan kapal induk Amerika, dan kapal perang di wilayah tersebut.
Yaman menegaskan bahwa negara ini akan melanjutkan operasi pro-Palestina terhadap target-target sensitif dan strategis di seluruh wilayah pendudukan dan kapal-kapal Israel yang melintasi jalur air utama.
“Yaman telah mengeluarkan peringatan publik bahwa Yaman tak dapat dipaksa untuk tetap diam terhadap agresi Zionis dalam kebrutalan, kelaparan, dan pengepungan terhadap warga Palestina di Gaza, dan bahwa Yaman akan menghadapi blokade dengan blokade dan eskalasi dengan eskalasi,” tegas Atifi. (mm/raialyoum/presstv)