Teheran, LiputanIslam.com – Komandan pasukan elit Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mayjen Hossein Salami menyatakan bahwa tindakan pasukan Yaman terhadap Israel dan AS dilakukan secara independen dan tidak berdasarkan pesanan dari Iran.
“Ansarullah, sebagai wakil rakyat Yaman, membuat keputusan strategis dan operasionalnya secara independen,” ucap Salami.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump kembali mengaitkan operasi militer Ansarullah dengan Iran, dan memperingatkan Iran agar menghentikan dukungannya kepada Ansarullah.
Salami menegaskan, “Apa yang saya katakan ini ialah realitas. Kami sebagai Republik Islam Iran ketika berbuat di manapun dan kapanpun selalu menyatakan bertanggungjawab secara jelas dan terbuka. Kami bukan bangsa yang hidup di persembunyian. Kami adalah pemerintahan yang berkredibilitas dan diakui di dunia. Kami berkata terus terang ketika kami menyerang manapun.”
Dia menambahkan, “Kami berkata terus terang ketika mendukung siapapun, sebagaimana di masa lalu dalam Operasi Janji Nyata, maupun sebelumnya. Segala tindakan yang kami lakukan, kami secara resmi menyatakan bertanggungjawab atasnya. Tak ada alasan bagi kami melakukan sesuatu kemudian tidak bertanggungjawab, atau tidak melakukannya kemudian mengaku bertanggungjawab. Kami bukan orang yang bertipe demikian.”
Dia lantas menandaskan, “ Kami memperingatkan kepada semua musuh bahwa segala bentuk ancaman mereka jika sampai terlaksana maka akan kami tanggapi dengan reaksi keras, tegas dan menghancurkan.” (mm/alalam)