Sanaa, LiputanIslam.com – Serangan udara AS di sejumlah kota dan daerah Yaman telah menggugurkan sedikitnya 19 warga sipil dan melukai sekira 20 orang lainnya, yang banyak di antaranya adalah anak kecil.
Kelompok Ansarullah (Houthi) pada Sabtu malam (15/3) mengumumkan bahwa serangan udara AS menyasar pinggiran kota Dhamar dan distrik Ans, selain lingkungan permukiman di ibu kota, Sanaa, dan provinsi Saada di Yaman utara.
Serangan di Sanaa menjatuhkan 13 korban gugur dan 9 korban luka, menurut Kantor Berita Saba.
Kemudian, serangan udara kembali dilancarkan terhadap Saada dan Ma’rib, dan kantor berita tersebut mengumumkan bahwa “empat anak dan seorang wanita gugur serta lebih dari 10 orang lainnya, termasuk wanita dan anak-anak, terluka dalam jumlah korban awal dari serangan udara AS terhadap sebuah rumah tinggal di daerah Qahza, sebelah utara Saada.”
Mengutip sumber keamanan yang terinformasi, Saba melaporkan bahwa pesawat AS melakukan pembantaian lain terhadap warga sipil di distrik Saqayn, Saada, menggugurkan satu orang dan melukai lainnya.
Sumber tersebut mengutuk “kejahatan Amerika yang terang-terangan dan disengaja dalam menargetkan rumah-rumah dan lingkungan pemukiman, yang memperlihatkan citra Amerika yang sebenarnya dan kebrutalan kriminalnya.”
Dengan demikian, jumlah korban gugur akibat agresi AS terhadap Yaman sejauh ini tercatat sebanyak 19 orang, korban luka 20 orang,menurut jumlah korban awal.
Pada Sabtu malam, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan peluncuran “serangkaian operasi yang mencakup serangan presisi terhadap target-target Houthi di seluruh Yaman.”
Ansarullah Yaman berjanji membalas agresi tersebut, dengan menegaskan bahwa agresi tersebut “tidak akan dibiarkan begitu saja.”
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump di Truth Social mengatakan, “Hari ini, saya memerintahkan militer Amerika Serikat untuk melancarkan operasi militer yang tegas dan kuat terhadap teroris Houthi di Yaman.”
Dia menuding Ansarullah “melancarkan kampanye pembajakan, kekerasan, dan terorisme secara terus-menerus terhadap kapal, pesawat, pesawat nirawak, dan lain-lain milik Amerika.”
Komando Pusat AS (CENTCOM) juga mengatakan telah meluncurkan serangkaian operasi, termasuk serangan presisi terhadap target-target di seluruh Yaman.
Juru bicara Ansarullah, Mohammed Abdul Salam, di platform X menyatakan bahwa serangan AS terhadap Yaman merupakan agresi terang-terangan terhadap negara merdeka dan mendorong entitas musuh, Israel, untuk melanjutkan pengepungan yang tidak adil terhadap Gaza.
Ini merupakan serangan pertama terhadap Yaman sejak perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza Januari lalu. (mm/raialyoum)