Beijing, LiputanIslam.com – Para diplomat China dan Rusia menyerukan pencabutan “sanksi tidak sah” yang dijatuhkan terhadap Iran, dan menegaskan kembali hak Teheran menggunakan energi nuklir secara damai.
Dalam pembicaraan antara China, Rusia, dan Iran di Beijing pada hari Jumat (14/3), para diplomat ketiga negara saling bertukar pandangan tentang program nuklir Iran dan isu-isu internasional lainnya yang menjadi perhatian bersama.
Dalam pernyataan bersama, mereka menekankan “pentingnya pencabutan semua sanksi sepihak yang tidak sah.”
Pertemuan tersebut, yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok Ma Zhaoxu, dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi dan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov.
Pertemuan tersebut diadakan beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengirim surat kepada Iran yang menyerukan perundingan dan melonarkan ancaman militer jika Teheran menolak.
Tiongkok, Rusia, dan Iran “menekankan bahwa pihak-pihak terkait harus berkomitmen untuk mengatasi akar penyebab situasi saat ini dan menghentikan sanksi, tekanan, atau ancaman kekerasan”.
Mereka menekankan bahwa dialog yang didasarkan pada “saling menghormati” adalah satu-satunya solusi praktis untuk masalah tersebut, dan mendesak “pihak-pihak terkait untuk menahan diri dari mengambil tindakan apa pun yang akan memperburuk situasi” dan merusak upaya diplomatik.
Dalam pernyataan tersebut, Beijing dan Moskow juga menyambut baik pernyataan Iran bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai dan bukan untuk produksi senjata nuklir, dan komitmen negara tersebut untuk sepenuhnya mematuhi kewajibannya berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi dan Perjanjian Pengamanan.
Pernyataan tersebut juga menekankan bahwa hak Iran untuk menggunakan energi nuklir secara damai harus “sepenuhnya” dihormati. (mm/presstv)