Damaskus, LiputanIslam.com – Israel melancarkan serangan udara di pinggiran Damaskus dan tank-tanknya bergerak maju ke wilayah Quneitra barat daya dalam agresi terbaru terhadap Suriah sejak penggulingan Presiden Bashar al-Assad.
Laporan media yang mengutip keterangan beberapa sumber menyebutkan pesawat Israel menargetkan sebuah bangunan tempat tinggal di barat laut Damaskus pada hari Kamis (13/3).
Sebuah video pendek yang dipublikasikan oleh militer Israel memperlihatkan ledakan di tepi sebuah bangunan, yang diikuti oleh kepulan asap tebal. Paramedis setempat mengatakan sedikitnya tiga orang terluka dalam serangan terbaru tersebut.
Serangkaian serangan udara Israel juga menghantam kota Kiswah, selatan Damaskus, dan beberapa bagian provinsi Daraa.
Di tempat lain di hari yang sama, pasukan Israel maju ke pedesaan di wilayah al-Quneitra dengan tank dan kendaraan militer, dan meledakkan bekas lokasi militer.
Dalam sebuah deklarasi ambisi ekspansionis Zionis secara terbuka, Boaz Bismuth, anggota Knesset Israel, minggu lalu menyerukan agar Suriah ditempatkan di bawah kendali penuh rezim Zionis.
Bismuth mengatakan bahwa Israel “tidak akan mengizinkan pasukan militer muncul di Suriah setelah Assad jatuh.”
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belakangan ini menyatakan pihaknya tidak akan menolerir kehadiran Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) atau pasukan lain yang berafiliasi dengan penguasa baru di Suriah selatan.
Dia juga mengatakan pasukan Israel akan tetap ditempatkan di zona penyangga di wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan, yang direbut setelah jatuhnya Presiden Assad.
Zona penyangga tersebut dibuat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah Perang Arab-Israel 1973. Pasukan PBB yang terdiri dari sekitar 1.100 tentara telah berpatroli di daerah tersebut sejak saat itu.
Netanyahu mengatakan pasukan Zionis akan mempertahankan kehadiran militer tanpa batas waktu di puncak Gunung Hermon, dan zona yang berdekatan. Setelah Assad terguling, militer Israel telah melancarkan serangan udara terhadap instalasi militer, fasilitas, dan gudang senjata milik tentara Suriah yang sekarang sudah tidak ada lagi.
Serangan itu disertai dengan serangan darat, saat tank dan buldoser lapis baja menembus wilayah Suriah, melampaui Dataran Tinggi Golan hingga Qatana, hanya berjarak 30 kilometer dari Damaskus. (mm/presstv)