Daraa, LiputanIslam.com – Pemerintah Provinsi Daraa, Suriah, pada hari Kamis (6/3) mengumumkan tewasnya sembilan militan dalam kontak senjata yang meletus selama dua hari terakhir di kota Al-Sanamayn dengan pasukan keamanan.
Dalam pernyataan di saluran Telegram resminya, Pemerintah Provinsi Daraa menyatakan, “Selasa lalu, kota Al-Sanamayn, sebelah utara Daraa (Suriah selatan), diwarnai bentrokan antara kelompok bersenjata di luar hukum, yang mengakibatkan beberapa orang terluka dan tewas di kedua belah pihak, selain terlukanya warga sipil.”
Pemerintah Provinsi Daraa menjelaskan, “Eskalasi keamanan ini mendorong Pasukan Keamanan Dalam Negeri untuk segera turun tangan. Pasukan keamanan segera menuju ke kota itu, dan menempatkan beberapa pos pemeriksaan, di mana salah satu pos pemeriksaan menjadi sasaran tembakan langsung, yang mengakibatkan cederanya seorang petugas Keamanan Dalam Negeri. Keesokan paginya (Rabu), bala bantuan militer dari Kementerian Pertahanan tiba, disertai dengan keamanan dalam negeri, untuk melakukan penyerbuan terhadap kelompok bersenjata, yang beberapa anggotanya merupakan anggota ISIS.”
Menurutnya, kontak senjata berlangsung selama berjam-jam di kota itu, di mana pasukan Kementerian Pertahanan dan Keamanan Dalam Negeri berhasil menetralisir banyak militan.
Disebutkan bahwa operasi tersebut mengakibatkan tewasnya sembilan militan, selain penangkapan 60 orang untuk penyelidikan, “sementara keamanan dipulihkan di wilayah tersebut.”
Operasi militer tersebut juga mengakibatkan tewasnya empat anggota Pasukan Keamanan Dalam Negeri dan Kementerian Pertahanan dan 2 warga sipil, sementara 27 orang terluka dengan berbagai tingkat cedera, termasuk 8 kasus mulai dari sedang hingga kritis.
Sejak penggulingan pemerintahan Bashar al-Assad, Administrasi Operasi Militer telah membuka pusat-pusat permukiman dengan elemen-elemen rezim yang digulingkan untuk menyerahkan senjata mereka, tetapi penolakan beberapa dari mereka untuk mematuhi inisiatif ini menyebabkan konfrontasi di sejumlah provinsi di negara itu. (mm/raialyoum)