Sanaa, LiputanIslam.com – Seorang pejabat senior Yaman menyebut pelabelan Ansarullah oleh Amerika Serikat sebagai teroris “tidak penting,” karena yang lebih penting sekarang adalah Jalur Gaza yang terblokade.
AS kembali mencantumkan gerakan Ansarullah dalam “daftar teroris”. Menanggapi hal ini, anggota Dewan Politik Tertinggi Ansarullah Mohammed Ali al-Houthi pada hari Kamis (6/3) menekankan bahwa prioritas Yaman sekarang adalah mengirim pasokan penting ke wilayah Palestina yang diblokade.
Dia menekankan bahwa prioritas ini lebih penting daripada keputusan Washington, yang tidak memiliki legitimasi, terhadap Yaman.
Dua hari sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengumumkan bahwa Washington telah menunjuk kembali Ansarullah Yaman itu sebagai “organisasi teroris asing (FTO).”
“Pemblokiran bantuan ke Gaza dan perusakan perjanjian damai merupakan aksi teror Amerika, sementara dukungan Yaman untuk Gaza melalui operasi maritim adalah tindakan yang sah,” tegas pejabat tinggi Ansarullah itu, karena rezim Israel telah memblokir aliran bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Presiden AS Donald Trump, tiga hari setelah menjabat di Gedung Putih pada bulan Januari bersumbar akan bertindak tegas terhadap gerakan perlawanan Yaman.
Biro Politik gerakan Ansarullah Yaman, mengumumkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman siap untuk melanjutkan operasi perlawanan terhadap kejahatan Zionis, dan mendesak negara-negara Arab untuk mengambil langkah-langkah serius gona mematahkan blokade Gaza dan mendukung Palestina.
Pada hari Rabu, Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi terhadap tujuh pemimpin Ansarullah, dengan tuduhan bahwa mereka telah menyelundupkan “barang-barang militer dan sistem persenjataan ke wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi (Ansarullah) di Yaman dan juga menegosiasikan pengadaan senjata Houthi dari Rusia.”
Penetapan tersebut dilakukan sebagai respon atas operasi militer tentara Yaman yang menyasar berbagai wilayah pendudukan Israel, dan serangan terhadap kapal-kapal perang Angkatan Laut AS dan kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah dan Teluk Aden sejak November 2023. Operasi demikian dilancarkan pasukan Yaman demi warga Palestina korban perang genosida Israel di Jalur Gaza. (mm/presstv)