Haifa, LiputanIslam.com – Seorang pemukim Israel tewas dan lima lainnya terluka dalam serangan penikaman dengan senjata tajam di stasiun bus pusat di kota Haifa, di bagian utara Palestina pendudukan, Senin (3/3).
Dilaporkan bahwa operasi penusukan berlangsung selama 6 atau 7 menit dan berakhir dengan gugurnya pelaku serangan di tangan salah satu pasukan keamanan Israel.
Operasi tersebut terjadi di stasiun pusat dekat pusat perbelanjaan besar di pusat Haifa, dan pelaku menggunakan senjata tajam untuk menikam para pemukim setelah dia turun dari salah satu bus sambil berteriak, “Allahu Akbar.”
Pasukan keamanan dan ambulan bergegas ke tempat kejadian, dan orang yang terluka segera dilarikan ke Rumah Sakit Rambam, di mana sumber ambulan mengonfirmasi bahwa tiga orang yang terluka berada dalam kondisi kritis.
Beberapa sumber menduga bahwa pelaku operasi tersebut adalah seorang warga Palestina yang tinggal di wilayah pendudukan 1948.
Operasi tersebut bertepatan dengan kehadiran Perdana Menteri pendudukan, Benjamin Netanyahu, di dalam pengadilan Israel di Tel Aviv dalam sebuah pertemuan untuk bersaksi dalam kasus korupsi dan penyuapan.
Operasi tersebut berujung pada penutupan total lokasi operasi dan penghentian sementara operasional bus, stasiun kereta api, dan kereta ekspres agar polisi dapat menyisir daerah tersebut. (mm/alalam)