Gaza, LiputanIslam.com – Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman Sayid Abdul Malik Badruddin al-Houthi memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Yaman akan melakukan intervensi di berbagai front militer untuk mendukung warga Palestina di Gaza jika Israel melanjutkan serangannya terhadap Jalur Gaza.
Abdul-Malik al-Houthi dalam pidatonya pada Kamis malam (28/2) menyebutkan bahwa Tel Aviv, salah satu kota terpadat di Israel dan pusat ekonomi utama, akan menjadi target utama serangan balasan dari Yaman.
“Jika perang berlanjut di Gaza, Yaman akan melakukan intervensi militer, menyerang seluruh wilayah yang diduduki Israel. Tel Aviv akan menjadi target utama,” tegasnya.
Dia menambahkan, “Yaman terus memantau penerapan perjanjian gencatan senjata Gaza dan menyaksikan sejauh mana musuh Zionis itu mengabaikan kewajibannya.”
Sayid al-Houthi memastikan Israel memanfaatkan dukungan AS untuk melanggar perjanjian.
Dia juga mengutuk penolakan Israel untuk menarik pasukannya dari Koridor Philadelphia di perbatasan Gaza-Mesir dan dari perlintasan perbatasan Rafah, dan menyebut hal itu sebagai pelanggaran mencolok terhadap ketentuan perjanjian gencatan senjata Gaza, dan pelanggaran ini didorong oleh AS.
Dia memperingatkan bahwa tindakan tersebut menimbulkan ancaman yang mengerikan bagi rakyat Palestina serta bangsa, pemerintah, dan tentara Mesir.
Pimpinan Ansarullah menegaskan kembali dukungan Yaman yang tak tergoyahkan untuk perjuangan Palestina dan faksi-faksi perlawanan.
Pemimpin Yaman juga menegaskan kembali dukungan berkelanjutan negaranya untuk Lebanon dan gerakan perlawanan Hizbullah, mengecam berlanjutnya serangan militer Israel dan penolakannya menarik diri sepenuhnya dari tanah Lebanon. (mm/presstv)