Washington, LiputanIslam.com – Surat kabar AS Washington Free Beacon melaporkan bahwa para pembuat keputusan di Israel berencana melanjutkan perang di Jalur Gaza dalam waktu empat hingga enam minggu dengan kekuatan besar, dengan pengiriman puluhan ribu tentara untuk menduduki Jalur Gaza dalam serangan terkoordinasi terhadap Hamas.
Menurut sejumlah sumber tingkat tinggi di Israel, Kepala Staf baru, Eyal Zamir, telah mulai mengembangkan rencana militer komprehensif berdasarkan instruksi dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yisrael Katz.
Berdasarkan rencana tersebut, Israel akan mengirim lebih dari 50.000 tentara ke Gaza, jumlah terbesar sejauh ini dalam perang Gaza, dan memindahkan warga sipil ke zona penyangga kemanusiaan sebelum melancarkan serangan darat skala penuh terhadap militan.
Serangan itu diperkirakan terjadi di seluruh sektor secara serempak.
Dikutip surat kabar tersebut, Mayjen (purn.) Amir Avivi mengatakanm “Israel akan menggunakan segala cara yang dimilikinya untuk menduduki Gaza dan menghancurkan Hamas.”
Rencana itu mencakup dimulainya serangan dengan mengintensifkan serangan udara dan mengurangi bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
Menurut laporan tersebut, Zamir diperkirakan akan menyampaikan rencananya kepada Netanyahu dan Katz segera setelah menjabat Kamis depan, dan Israel diperkirakan dapat menyelesaikan misi tersebut dalam waktu enam bulan atau kurang.
Washington Free Beacon melaporkan bahwa keputusan untuk melaksanakan serangan besar itu muncul setelah penggantian pejabat keamanan senior yang menentang keterlibatan lebih dalam di Gaza, termasuk mantan Menteri Pertahanan Yoav Galant dan Kepala Staf yang akan lengser, Herzi Halevi.
“Ada diskusi di balik layar dengan Zamir, dan hasilnya jauh lebih produktif. Kami berharap Zamir akan mengambil alih kepemimpinan militer dan mewujudkan rencananya,” kata sumber pemerintah Israel.
Dalam sebuah upacara penghormatan bagi lulusan kursus perwira pada hari Minggu, Netanyahu mengisyaratkan rencana tersebut, dengan mengatakan: “Kami siap untuk kembali terlibat dalam pertempuran intensif kapan saja. Rencana operasi sudah siap.”
Senada dengan ini, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich yang dikenal sebagai ekstremis dalam sebuah konferensi di Al-Quds mengatakan, “Kami tengah mempersiapkan diri, memperkuat kemampuan kami, dan ketika kami siap, kami akan kembali membuka gerbang neraka bagi Hamas.” (mm/raialyoum)