Hozmuz, LiputanIslam.com – Iran luncurkan kapal serang tercepat di dunia bernama Haidar 110 buatan Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), berkecepatan lebih dari 200 km/jam, dan berkemampuan melancarkan serangan kilat dengan rudal jelajah terhadap kapal perusak.
Pada hari Kamis (27/2), selain kapal Haidar 110 , kapal perang bernama Shaheed Rais Ali Delvari serta puluhan kapal lain juga bergabung dengan AL IRGC.
“Di Wilayah utara Selat Hormuz pada 28 Februari 2025, Panglima IRGC Mayjen Hossein Salami memperlihatkan kapal militer cepat yang memecahkan rekor baru dunia,” ungkap TV pemerintah Iran, IRIB, saat menayangkan kapal tersebut.
Kapal Haidari 110 memiliki panjang 14 meter dan lebar lebih dari 4 meter. Kapal militer cepat semisalnya di luar negeri antara lain adalah WP-18 dengan kecepatan maksimal 64 knot atau sekira 120 km/jam.
Sedangkan kapal supercepat peluncur rudal Haidar 110 seberat 9 ton yang dilengkapi rudal jarak menengah memiliki kecepatan 110 knot atau lebih dari 200 km/jam, dan menjadi kapal militer tercepat di dunia saat ini.
Bodinya yang terbuat dari karbon serta kombinasi bentuknya di samping kecepatannya yang tinggi membuat kapal ini dapat berkelit dari deteksi radar.
“Kapal ini dengan kecepatan 205 km/jam dapat menembakkan rudal, dan dilengkapi kecerdasan buatan. Insya Allah, selanjutnya kita akan melihat kerja-kerja baru di bidang ini, ” ungkap Komandan AL IRGC Laksamana Alireza Tangsiri.
Selain membuat kapal ini lolos dari deteksi radar, beberapa manfaat dari kecepatan lebih dari 200 km/jam antara lain ialah menambah daya lesat rudal yang ditembakkan.
Di hari yang sama, kapal perang ke-4 kelas Shaheed Soleimani bernama Shaheed Delvari juga bergabung dengan unit-unit maritim AL IRGC.
Sistem deteksi dan penanganan ancaman pada kapal ini berbasis kecerdasan buatan sehingga akan efektif dan efiesen dalam berkonfrontasi dengan target.
“Secara kontinyu, kita memasukkan generasi-generasi baru teknologi pada satuan-satuan militer kita. Kita akan menyesuaikan diri dengan kemajuan-kemajuan mutakhir,” ujar Hossein Salami.
Jarak jangkau rudal-rudal pertahanan udara kapal itu mencapai 150 km, sedangkan rudal-rudal serangnya mencapai 700 km.
Sistem pertahanan kapal ini terkombinasi dari rudal-rudal pertahanan udara dan serang dengan jumlah total 22 rudal.
Tangsiri mengatakan kapal perang baru Iran itu dapat membawa tiga kapal peluncur rudal dan satu helikopter, dan dapat dilengkapi dengan rudal dengan jangkauan 750 kilometer.
Menurutnya, kapal militer tersebut saat ini dipersenjatai dengan rudal yang dikembangkan oleh Kementerian Pertahanan Iran, dan dapat melaju dengan kecepatan 32 knot.
Dia menambahkan bahwa sistem kendali tembakan dipasang di kapal perang Shaheed Rais Ali Delvari, dan kapal tersebut dapat melaju dalam radius 5.000 mil laut. (mm/irib)