Teheran, LiputanIslam.com – Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), faksi pejuang terbesar Palestina setelah Hamas, menuduh Israel berupaya untuk “mencaplok Tepi Barat secara paksa” setelah mengusir penduduk tiga kamp Palestina di Tepi Barat tanpa celah kemungkinan untuk kembali ke sana.
“Penggunaan tank oleh pasukan pendudukan (Israel) sebagai alat kebrutalan tambahan dalam eskalasi yang sedang berlangsung terhadap rakyat kami di Tepi Barat, dan keputusan untuk pengosongan tiga kamp Palestina, merupakan langkah agresif baru yang bertujuan untuk mencabut rakyat kami dari tanah mereka, dan mengonfirmasi rencana rezim pendudukan untuk mencaplok Tepi Barat dengan paksa,” ungkap PIJ dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (24/2).
PIJ juga menyebut Israel mencoba “memperkuat hegemoni militer dengan menciptakan poros permukiman yang memperkuat pemisahan kota dan kamp di Tepi Barat.”
PIJ menilai rencana penggusuran tersebut tidak ada kaitannya dengan Operasi Badai Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023, melainkan merupakan bagian dari strategi yang didasarkan pada pembersihan etnis, genosida, dan pencurian tanah Palestina.
Sehari sebelumnya, Israel mengumumkan bahwa mereka telah mengusir puluhan ribu warga Palestina dari kamp pengungsi Jenin, Tulkarm dan Nur Shams di Tepi Barat utara. Kamp-kamp itu dimasuki tentaranya saat mereka melanjutkan operasi militer skala besar di daerah tersebut selama sebulan.
Untuk pertama kalinya sejak berakhirnya Intifada Kedua, yang terjadi antara tahun 2000 dan 2005, tentara Israel mengerahkan tank di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz pada hari Ahad mengatakan, “Saya telah menginstruksikan (kepada tentara) agar mempersiapkan diri untuk tinggal lama di kamp-kamp yang dikosongkan, setahun dari sekarang, dan tidak membiarkan kembalinya penduduk mereka dan kembalinya terorisme.”
Sejak 21 Januari, 48 jam setelah gencatan senjata berlaku di Gaza, pasukan Israel melancarkan operasi militer ekstensif di bagian utara Tepi Barat utara, khususnya di wilayah Jenin, Tubas dan Tulkarm.
Operasi bersandi “Dinding Besi” itu sejauh ini telah menggugurkan 51 warga Palestina, termasuk tujuh anak, serta menewaskan tiga tentara Israel, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang juga mencatat bahwa “puluhan ribu penduduk kamp masih mengungsi” sebulan setelah dimulainya operasi.
Menurut Klub Tahanan Palestina, pasukan Israel telah menangkap 365 orang dari provinsi Jenin dan Tulkarm sejak didirikan. (mm/raialyoum)