Teheran, LiputanIslam.com – Komandan Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, menegaskan bahwa Operasi Janji Nyata 3 (True Promise 3) terhadap Rezim Zionis Israel pasti akan terlaksana sebagaimana Janji Nyata 1 dan 2.
“Dua operasi Janji Nyata 1 dan 2 telah dilancarkan sebagai reaksi terhadap kesalahan perhitungan entitas pendudukan (Israel), dan itu merupakan operasi terbesar rudal di dunia, bahkan menurut pengakuan Barat sendiri. Saat itu kita menggempur Poros Netzarim di Jalur Gaza yang ditempati oleh tentara Israel,” ungkap Hajizadeh, Selasa (18/2).
Dia kemudian menegaskan, “Kita pasti akan melaksanakan Janji Nyata 3, tapi keputusan ini akan diambil oleh para pejabat untuk dilaksanakan pada saat yang tepat.”
Mengenai serangan Israel terhadap Iran yang belum dibalas oleh Iran dengan Janji Nyata 3 itu, Hajizadeh menjelaskan, “Rencana mereka (Israel) benar dan akurat, yakni mereka ingin memutus lini produksi (senjata) kita selama lebih dari setahun. Tapi, berkat anugerah ilahi, produksi itu tak berhenti barang satu hari. Mengapa? Sebab kita sudah sering kali mengatakan bahwa ketika kita siap menghadapi perang maka ini bukan hanya untuk kesiapan serangan kita saja, melainkan juga kesiapan untuk terkena serangan.”
Dia menambahkan, “Prediksi yang kita lakukan, dan fasilitas yang kita siapkan, semua ini – berkat karunia ilahi, tak berhenti barang sehari. Rencana mereka tepat, tapi tindakan kita dan Kementerian Pertahanan telah sedemikian rupa sehingga mereka tak dapat mencapai tujuan mereka. Mereka ingin menghentikan lini produksi, tapi hal ini tak terjadi.”
Hajizadeh kemudian mengatakan bahwa serangan Israel justru memacu semangat Iran untuk berbuat lebih banyak.
“Kebetulan, serangan (Israel) itu tidaklah buruk bagi kita. Sebab, perhatian para pejabat menjadi semakin besar. Mereka mendanai dan memfasilitasi kami secara lebih besar, dan semua tenaga yang bekerja di bidang produksi semakin termotivasi sehingga (produksi) menjadi semakin bergairah. Sejak kejadian itu sampai sekarang kemampuan kita meningkat drastis. Orang pasti terpukau melihatnya, sementara mereka (Israel) gagal mencapai tujuannya,” papar Hajizadeh.
Mengenai kemampuan negaranya, Hajizadeh mengungkapkan bahwa jangkauan rudal Iran kini mencapai 2.000 kilometer, dan tidak ada kendala teknis untuk meningkatkannya.
“Jika kami ingin mengungkap satu kota rudal setiap minggu, kami tidak akan menyelesaikan pengungkapan kota-kota ini dalam waktu dua tahun,” imbuhnya.
Mengenai sepak terjang para pejuang Palestina, dia mengatakan, “Entitas Zionis runtuh setelah Operasi Badai al-Aqsa dan Amerika masuk untuk menyelamatkan kondisi (Israel), dan jika intervensi Amerika ini tidak terjadi, entitas Zionis tidak akan mampu bertahan. Amerika telah mengirim empat kapal induk ke kawasan, dua di lepas pantai Mediterania dan dua di Laut Merah, selain sejumlah kapal lain untuk mempertahankan kapal induk dari rudal balistik. Amerika juga memulai pelatihan dan demonstrasi sistem pertahanan rudal THAAD, yang sudah ada di wilayah pendudukan.”
Hajizadeh menambahkan, “Selain itu, sistem-sistem pertahanan rudal entitas Zionis telah dikenal di seluruh dunia, dan mereka telah menyiapkan kemampuan pertahanan yang kuat. Semua jaringan radar di negara-negara di kawasan, dari Teluk Persia hingga Yordania, juga berada di bawah manajemen CENTCOM dan pasukan Amerika. Bahkan jika kami meluncurkan rudal balistik dari Shiraz, informasi radar akan ditransmisikan langsung ke entitas Zionis dan Yordania.”
Dia lantas mengatakan, “Betapapun upaya AS dan Zionis sudah sedemikian rupa, lebih dari 75 persen rudal kami dalam Operasi Janji Nyata 2 telah menimpa target, dan rekaman peluncuran serangan serta hantaman ke sasarannya telah tersiar di depan mata dunia. Dalam operasi ini, rezim Zionis menderita kekalahan besar meskipun memiliki banyak fasilitas pertahanan. Sistem pertahanan udaranya runtuh.” (mm/alalam)