Teheran, LiputanIslam.com – Di hari ke-7 peringatan “Sepuluh Hari Fajar Kemenangan Revolusi Islam”, kapal induk pengangkut drone bernama Shahid Bahman Bagheri bergabung dengan Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Kamis (6/2).
Komandan AL IRGC Laksamana Ali Reza Tangsiri menyebut kapal raksasa ini sebagai proyek militer maritim terbesar Iran pasca kemenagan revolusi Islam di negara ini.
Kapal ini menjadi platform bergerak untuk penerbangan dan perdaratan berbagai jenis drone dan helikopter militer dan logistik serta pelaksanaan tugas di berbagai samudera, dan dibangun selama dua tahun.
TV pemerintah Iran melaporkan, “AL IRGC telah dilengkapi dengan kapal multifungsi pengangkut drone.” Dalam tayangan televisi ini, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Bagheri pada upacara peresmian kapal itu mengatakan, “Saya mengumumkan instruksi penggabungan kapal multifungsi pengangkut drone Syahid Bahman Bagheri pada AL IRGC. Ya Aba Abdillah al-Husain as.”
Disebutkan bahwa jangkauan operasional kapal induk pengangkut drone pertamaAL IRGC ini mencapai 22.000 mil laut sehingga memungkinkannya menjalankan misi selama setahun penuh di perairan jauh tanpa perlu mengisi bahan bakar.
Laksamana Ali Reza Tangsiri mengatakan, “Kapal ini berkecepatan 22 knot. Sekumpulan drone militer dari berbagai jenis pengintai dan serang telah ditempatkan di kapal ini. Sekumpulan helikopter militer serang dan logistik juga ditempatkan di kapal ini.”
Dilengkapi landasan pacu sepanjang 180 meter, kapal ini dapat menerbangkan dan mendaratkan pesawat-pesawat nirawak berpendorong jet.
Panglima IRGC di atas kapal tersebut mengatakan, “Semua bagian dari sebuah formasi militer lengkap berupa pasukan rudal pertahanan udara, pasukan ranjau, dan pasukan drone berada dalam kendali sistem peperangan elektronik, sistem penghimpunan informasi dari berbagai jenis.”
Semua bodi kapal induk drone IRGC ini terdiri atas beberapa lapis. Lapisan-lapisan itu memiliki berbagai fungsi defensif dan ofensif, yang sejauh ini AL IRGC masih belum memberikan informasi tentangnya. Namun demikian, kapal ini juga membawa kapal-kapal peluncur roket dan mengoperasikannya dalam tempo yang sesingkat mungkin.
“Ini merupakan suatu kemampuan maritim yang relevan di kawasan-kawasan jauh untuk pertahanan kepentingan Republik Islam Iran dan keamanan berbagai perairan bagi kapal-kapal komersial dan minyak negara kita tercinta,” ungkap Mayjen Bagheri.
Televisi Iran menyebutkan, “Dua kelompok tempur, satu kapal kelompok helikopter, dan satu kelompok tempur kapal selam, telah disusun dalam kombinasi tempur kapal pengangkut drone Syahid Bahman Bagheri, dan telah ditetapkan cabang tugas masing-masing.”
Mayjen Hossein Salami dalam upacara peresmian kapal tersebut memastikan negaranya mencintai perdamaian dan sama sekali tidak berniat mengagresi negara lain.
“Kami tidak berkonflik dan berperang dengan negara dan pemerintahan mana pun yang kami akui, dan logika kami adalah berinteraksi dengan semua negara di dunia berdasarkan prinsip kesetaraan dan keadilan dalam interaksi internasional. Kami tidak akan terhitung sebagai ancaman bagi negara manapun,” ungkapnya.
Dia lantas menegaskan, “Namun demikian, kami tidak akan tunduk pada ancaman kekuatan mana pun. Ini merupakan elemen penting prinsip kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Republik Islam Iran.” (mm/irib/alalam)