Teheran, LiputanIslam.com – Iran telah memamerkan sistem pertahanan udara canggih Bavar-373 buatannya yang ditingkatkan serta menunjukkan integrasi efektifnya dengan S-300 dalam menghancurkan target.
Pada hari terakhir fase kedua latihan pertahanan udara Eqtedar 1403 berskala besar pada hari Rabu (5/2), Angkatan Bersenjata Iran mengaktifkan Bavar-373 Generasi Kedua untuk menyerang pesawat musuh buatan yang menyerang area latihan di Gurun Kavir, dan berhasil menghancurkan target musuh pada ketinggian optimal.
Peluncur Bavar-373, yang pada versi awal tidak memiliki radar dan mengandalkan radar pusat untuk pelacakan dan penghancuran target, kini dapat beroperasi secara independen.
Lebih jauh, Bavar-373 yang dikembangkan Iran dan S-300 buatan Rusia diintegrasikan ke dalam jaringan pertahanan udara nasional untuk pertama kalinya, beroperasi secara bersamaan selama latihan perang.
Keberhasilan pengoperasian S-300 dalam manuver tersebut praktis juga menepis klaim Israel bahwa semua sistem pertahanan rudal S-300 di Iran telah dihancurkan dalam serangan udara Israel terhadap Iran pada Oktober 2024.
Sehari sebelumnya, Angkatan Bersenjata Iran juga berhasil menguji sistem pertahanan rudal Majid yang dikembangkan secara lokal.
Dipelopori oleh Angkatan Pertahanan Udara Angkatan Darat, latihan perang skala besar tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Republik Islam. Latihan tersebut berlangsung di wilayah-wilayah utama, termasuk zona pertahanan udara di wilayah barat dan utara negara tersebut.
Dalam beberapa minggu terakhir, Iran juga telah meluncurkan pangkalan rudal bawah tanah baru yang berisi sejumlah rudal balistik dan jelajah, pangkalan angkatan laut bawah tanah baru yang menampung speedboat yang membawa rudal antikapal, bersama dengan serangkaian senjata lainnya, termasuk model rudal balistik baru yang mampu mencapai Israel. (mm/presstv)