Washington, LiputanIslam.com – Washington Post melaporkan bahwa rezim Zionis Israel, yang mengklaim kehadirannya di Suriah bersifat sementara, malah membangun dua pangkalan militer baru di dalam zona penyangga di Kegubernuran Quneitra di Suriah selatan.
Surat kabar AS tersebut pada hari Minggu (2/2) menerbitkan laporan berdasarkan citra satelit dan pendapat para ahli yang melihat citra tersebut sebagai bukti aktivitas ekspansi militer Israel di Kegubernuran Quneitra.
Foto-foto itu menunjukkan bahwa Israel telah membangun dua pangkalan militer, meskipun Israel mengklaim kepada penduduk setempat dan masyarakat internasional bahwa kehadirannya di daerah itu bersifat temporal.
Kedua pangkalan tersebut, yang membuat penduduk setempat khawatir, dihubungkan oleh jalan tanah baru ke Dataran Tinggi Golan, yang diduduki Israel pada tahun 1967.
Beberapa kilometer di sebelah selatan pangkalan pertama, terlihat area yang rata dengan tanah, yang oleh para ahli yang berbicara kepada surat kabar tersebut diartikan sebagai “pangkalan militer ketiga.”
Kedua pangkalan dan tanah yang diratakan terletak di zona penyangga yang ditetapkan oleh Perjanjian Pelepasan tahun 1974.
Bertepatan dengan tergulingnya rezim Baath pada tanggal 8 Desember, setelah memerintah negara itu selama 61 tahun, tentara Israel mengintensifkan serangannya di Suriah.
Tentara Israel mulai menghancurkan infrastruktur dan lokasi militer pemerintahan yang terguling, dan memperluas pendudukannya di Dataran Tinggi Golan.
Saat maju ke zona penyangga di sekitar Golan, tentara Israel memperluas pendudukannya di Quneitra hingga 25 kilometer dari ibu kota, Damaskus. (mm/raialyoum)