Washington, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Iran mengumumkan dimulainya fase utama manuver pertahanan udara di wilayah barat daya dan tengah negara ini sejak Senin malam (3/2).
Manuver ini mengerahkan berbagai sistem pertahanan, termasuk sistem rudal, artileri, dan radar, serta teknologi penyadapan dan sinyal elektronik.
Manuver tersebut juga akan mencakup pengumpulan informasi, operasi pengintaian dan pengawasan, di bawah pengawasan jaringan pertahanan udara terpadu negara.
Sementara itu, Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Mayjen Hossein Salami dalam Festival Malik al-Asytar, Senin, mengatakan bahwa pasukan elit Iran ini menguat dan terlatih di tengah berbagai peristiwa besar dan berbahaya, serta tidak takut terhadap kemegahan lahiriah kekuatan imperium dunia.
“Kapal-kapal bersenjata IRGC dapat berkonfrontasi dengan musuh di titik manapun di laut, dan para pejabat Amerika pun mengakui kekuatan pasukan maritim kita di Teluk Persia,” ungkapnya.
Dia menambahkan, “Bagian kecil dari kemampuan kita saja sudah dapat mengubah perimbangan kekuatan, dan rudal-rudal Iran kapanpun dapat menghantam setiap titik kepentingan musuh di kawasan dengan presisi tinggi.”
Mayjen Salam juga mengatakan, “Pasukan Quds kita telah membangun telah membuatkan tempat perlindungan yang kuat bagi kaum tertindas, telah berkonfrontasi dengan musuh di tempat-tempat jauh, telah menguras dan membongkar energi musuh di medan-medan luas, merenggut kelegaan nafas musuh, membuatnya terancam erosi secara gradual, dan mengadakan medan-medan tempur terhadapnya di semua tempat.” (mm/irib)