TelAviv, LiputanIslam.com – Pengamat militer Israel Yossi Yehoshua menilai Israel tidak memiliki pengaruh atas Hamas, yang justru memegang kendali penuh atas Jalur Gaza.
“Hamas sebenarnya mengendalikan Jalur Gaza sepenuhnya, baik dengan kekerasan atau cara lain, dan kita tidak memiliki pengaruh apa pun atasnya,” ungkap Yehoshua kepada saluran i24 News Israel, Jumat (31/1).
“Hamas mengendalikan Gaza, dan merekalah yang menentukan ada atau tidaknya pelanggaran di pihak Israel selama proses penyerahan sandera yang ditawannya dari Jalur Gaza,” lanjutnya.
Pakar Israel ini mengesampingkan gagasan pemindahan sukarela warga Palestina dari Jalur Gaza, dan menyoal berapa banyak orang Palestina di Jalur Gaza yang akan menerima pemindahan ini.
Sabtu lalu, Presiden AS Donald Trump kepada wartawan melontarkan gagasan pemindahan warga Palestina di Jalur Gaza ke negara-negara tetangga seperti Mesir dan Yordania, dengan dalih “kurangnya tempat tinggal di Jalur Gaza” akibat dari vandalisme dan genosida Israel yang berlangsung selama lebih dari 15 bulan dengan dukungan AS.
Jumat kemarin, Trump kembali melontarkan gagasan itu dengan mengklaim bahwa Yordania dan Mesir akan menerima penduduk Gaza.
“Yordania dan Mesir akan menerima penduduk dari Gaza,” katanya kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada hari Jumat, menurut Reuters. Padahal, kedua negara Arab itu sudah menyatakan keberatan mereka.
Jumat kemarin, sejumlah warga Mesir berkonsentrasi menggelar unjuk rasa protes di pintu perbatasan Rafah. Mereka mengecam desakan Trump agar warga Palestina dikeluarkan dari Gaza dan dikirim ke Mesir dan Yordania. (mm/raialyoum/aljazeera)