Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran menegaskan bahwa sebagian besar permasalahan yang dihadapi dunia Islam saat ini adalah akibat keterjauhan dari ajaran Islam sehingga terjadi perpecahan dan pertikaian, serta membuka jalan bagi kemunculan musuh kemanusiaan.
Dalam kata sambutannya pada upacara penutupan Kompetisi Al-Qur’an Internasional ke-41 di Mashhad, Iran, Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Al-Qur’an al-Karim memandang umat Islam sebagai satu umat, dan menyeru mereka berpegang teguh pada tali ilahi, bersatu pada satu poros, dan mencegah segala bentuk perpecahan.
“Tidak diragukan lagi bahwa sebagian besar permasalahan dunia Islam saat ini adalah karena keterjauhan dari ajaran ini, sehingga yang terjadi tak lain adalah perpecahan dan perselisihan, serta terbukanya jalan bagi munculnya musuh-musuh kemanusiaan,” ujarnya.
Dia juga menyebutkan bahwa salah satu realitas penting di kawasan Timur Tengah dan bahkan dunia dewasa ini ialah adanya perlawanan yang memancar dari ajaran Islam terhadap kezaliman serta adanya bantuan terhadap kaum tertindas.
“Pengalaman membuktikan bahwa gerakan hakiki ini tak dapat dihancurkan dengan senjata apapun. Sebaliknya, gerakan ini akan menjadi fleksibul dan mengakar dari hari ke hari,” terangnya.
Menurutnya, imperialisme global menggunakan berbagai media untuk menebar Islamfobia dengan mengesankan Islam dan Al-Quran sebagai bahaya bagi kemanusiaan.
Presiden Pezeshkian menilai tujuan utama gerakan ini adalah menjarah sumber daya alam dan manusia umat Islam. Namun, dia juga menegaskan bahwa rencana-rencana musuh itu akan gagal berkat pertolongan Allah dan jerih payah para penelaah dan pengamal Al-Qur’an. (mm/alalam)