Bushehr, LiputanIslam.com – Angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah menggelar latihan perang besar-besaran dan meliputi berbagai provinsi selatan Iran di perairan pesisir Bushehr dan Khuzestan.
Manuver militer “Kekuatan Nabi Besar – 19” tersebut pada hari Jumat (24/1) berlangsung di seluruh bagian utara dan tengah perairan strategis Teluk Persia, dan dihadiri oleh Komandan AL Laksamana Alireza Tangsiri.
Sebuah kapal kargo Inggris sempat mendekati area latihan perang meskipun sudah ada pemberitahuan sebelumnya, tapi kemudian mengubah haluan setelah dihampiri oleh kapal-kapal cepat IRGC dan mendapat peringatan agar menjauh.
Saluran televisi IRIB milik Iran memperlihatkan peluncuran torpedo kapal selam IRGC menghantam dan meledakkan target kapal.
“Jarak tempuh serta misi torpedo dan kapal selam pintar yang menembakkannya dirahasiakan. Penembakan itu dilakukan pada hari pertama manuver Nabi Besar 19 AL IRGC, ” lapor IRIB , sembari menyebutkan dimulainya latihan bersandi Hossein Mojezi di perairan Teluk Persia wilayah provinsi Busher dan Khuzestan.
Wartawan IRIB yang meliput latihan itu menyebutkan,“Peledakan dan penghancuran kapal-kapal musuh buatan yang bermaksud mendekati wilayah pantai Republik Islam Iran termasuk bagian terpenting hari pertama latihan perang AL IRGC.”
Sembari menayangkan gambar drone yang diburamkan IRIB menyebutkan bahwa di hari pertama itu sebuah teknologi lain juga telah dioperasikan berupa pesawat nirawak berpresisi tinggi.
“Selanjutnya, rudal-rudal permukaan ke-permukaan juga ditembakkan,” sambungnya.
Laksamana Alireza Tangsiri mengatakan, “Rudal-rudal yang kita miliki dalam latihan perang ini dengan berbagai jarak jangkaunya, dan yang kita gunakan pada lingkungan peperangan elektronik ini secara faktual mampu menciptakan keamanan perairan internasional untuk lalu lintas kapal-kapal seluruh dunia.”
Dia menambahkan, “Berbagai elemen pertahanan militer AL IRGC kami perlihatkan dalam latihan perang ini.”
Dia menekankan bahwa “menyampaikan pesan perdamaian dan persahabatan” ke negara-negara tetangga dan membangun keamanan di jalur perairan internasional merupakan tujuan utama latihan tersebut.
“Kami mampu memastikan keamanan wilayah Teluk Persia yang sensitif bersama negara-negara tetangga kami dan akan berdiri teguh melawan ancaman apa pun,” tambahnya.
Tangsiri juga menyebutkan bahwa teknologi baru akan diungkap selama latihan
“Setiap tahun, kapal dan teknologi baru dimasukkan ke dalam latihan, dan tahun ini, kami mengerahkan kapal yang mampu berlayar dengan kecepatan 75 dan 90 knot serta menembakkan rudal dan ranjau,” terangnya.
Dia menegaskan, “Negara-negara agresor dan musuh bangsa Iran harus tahu bahwa kami akan melawan intimidasi mereka dengan kekuatan dan keberanian, dan kami akan menggagalkan rencana jahat mereka dengan tangan yang kuat.”
Menurut televisi Iran, operasi yang diperlihatkan oleh para komandan pada latihan itu ialah berbagai tipe lapisan ofensif. Selain itu, pantauan intelijen, pertahanan serta pertahanan udara dari darat dan laut ke udara serta penghentian kapal atau rappel merupakan bagian lain dari latihan perang ini.
Rencananya, pada hari kedua latihan perang itu, posisi-posisi musuh di udara dan laut akan diserang dengan berbagai jenis senjata mutakhir. (mm/irib/presstv)