Sanaa, LiputanIslam.com – Pasukan Yaman kubu Ansarullah menyatakan akan membatasi serangan mereka terhadap kapal-kapal komersial hanya pada kapal-kapal yang terkait dengan Israel, asalkan gencatan senjata di Gaza dilaksanakan sepenuhnya.
Pusat Koordinasi Operasi Kemanusiaan (HOCC) yang berpusat di Sanaa, yang menjadi penghubung antara pasukan Yaman dan operator pengiriman komersial, menyatakan bahwa mereka menghentikan “sanksi” terhadap kapal-kapal yang dimiliki oleh entitas Amerika Serikat (AS) dan Inggris, serta kapal-kapal yang berlayar di bawah bendera kedua negara.
“Kami menegaskan bahwa, jika terjadi agresi terhadap Republik Yaman oleh AS, Inggris, atau entitas Israel yang merampas kekuasaan, sanksi akan diberlakukan kembali terhadap penyerang,” katanya dalam email yang dikirim kepada pejabat industri pelayaran pada hari Minggu (20/1).
HOCC mengatakan bahwa Yaman hanya akan berhenti menyerang kapal-kapal yang terkait dengan Israel “setelah semua fase perjanjian diterapkan sepenuhnya”.
Seorang juru bicara pasukan Yaman mengatakan bahwa mereka akan menghentikan operasi militernya terhadap Israel serta kapal-kapal komersial di Laut Merah jika gencatan senjata mulai berlaku pada hari Minggu.
Gencatan senjata yang disepakati oleh Israel dan kelompok Palestina Hamas untuk menghentikan perang selama 15 bulan di Gaza mulai berlaku pada hari Minggu dan akan berlangsung dalam tiga tahap selama beberapa minggu.
Menanggapi perang genosida Israel di Gaza, pasukan Yaman yang didukung Iran melakukan lebih dari 100 serangan terhadap kapal sejak November 2023, menenggelamkan dua kapal dan menewaskan sedikitnya empat pelaut.
Mereka menyerang di Laut Merah selatan dan Teluk Aden, yang dihubungkan oleh Selat Bab al-Mandeb yang sempit, titik sempit antara Tanduk Afrika dan Timur Tengah.
Banyak perusahaan pelayaran terbesar di dunia menangguhkan perjalanan melalui Laut Merah tahun lalu dan mengalihkan kapal mereka di sekitar ujung selatan Afrika untuk menghindari serangan.
Pasukan Yaman juga telah melancarkan serangan langsung ke Israel.
Sebagai tanggapan, Inggris dan AS melancarkan sejumlah serangan ke sejumlah target di Yaman. Washington juga telah menjatuhkan sanksi kepada Ansarullah. Selain itu, Israel juga telah mengebom sejumlah pembangkit listrik dan pelabuhan Yaman, termasuk pelabuhan Hodeidah. (mm/aljazeera)