Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman kubu Ansarullah memperingatkan “pasukan musuh di Laut Merah” agar tidak melancarkan “agresi apa pun” terhadap Yaman selama gencatan senjata yang mulai berlaku di Jalur Gaza pada hari Minggu (19/1).
Angkatan Bersenjata Yaman dalam sebuah pernyataannya juga mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap beberapa kapal perang, termasuk kapal induk AS USS Harry S. Truman.
“Angkatan Bersenjata Yaman memperingatkan pasukan musuh di Laut Merah tentang konsekuensi dari setiap agresi terhadap negara kami selama masa gencatan senjata di Gaza. Setiap agresi mereka akan dibalas dengan operasi militer kualitatif tanpa batasan atau garis merah terhadap pasukan itu,” bunyi pernyataan itu.
Angkatan Bersenjata Yaman juga mengaku telah menyerang kapal induk AS USS Harry Truman dan sejumlah kapal perang AS dengan beberapa drone dan rudal jelajah. Menurut mereka, akibat serangan itu kapal induk AS tersebut “terpaksa meninggalkan zona operasi”.
Pemimpin kharismatik gerakan Ansar Allah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, sebelumnya pada hari Kamis mengancam akan melanjutkan serangannya terhadap Israel jika negara itu tidak menghormati perjanjian gencatan senjata.
Gencatan senjata Gaza akan berlangsung pada tahap pertamanya selama 42 hari. (mm/raialyoum)