Gaza, LiputanIslam.com – Puluhan warga Palestina gugur akibat serangan terbaru Israel di Jalur Gaza pada hari Kamis (16/1) meskipun sudah dicapai kesepakatan gencatan senjata antara Rezim Zionis Israel dan gerakan perlawanan Hamas.
Jumlah korban gugur itu bahkan tercatat tertinggi di Gaza dalam lebih dari seminggu saat Israel mengintensifkan serangannya di Gaza utara menyusul pengumuman kesepakatan gencatan senjata pada Rabu malam.
Laporan media mengonfirmasi bahwa Israel telah menggempur beberapa wilayah Jalur Gaza sejak pengumuman kesepakatan tersebut, hingga menggugurkan lebih dari 80 orang.
Kementerian kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 81 orang gugur dalam 24 jam terakhir dan sekira 188 lainnya terluka.
Jet tempur Israel melakukan beberapa serangan di Kota Gaza, sementara itu, artileri menembaki blok perumahan di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah.
Puluhan orang gugur dalam dua serangan, dan beberapa warga Palestina juga gugur di kota selatan Khan Yunis.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa mereka telah membatalkan rapat kabinet keamanan Israel yang direncanakan untuk menyetujui kesepakatan itu.
Kantor Netanyahu mengatakan bahwa kabinet Israel “tidak akan bersidang sampai para mediator memberi tahu Israel bahwa Hamas telah menerima semua elemen perjanjian itu.”
Israel menuduh Hamas menarik kembali beberapa bagian dari gencatan senjata yang rapuh.
Anggota biro politik Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan tuduhan Israel itu “tak berdasar”. (mm/presstv)