Sanaa, LiputanIslam.com – Juru bicara Brigade Al-Qassam, Abu Ubaidah, mengatakan bahwa para pejuang sayap militer Hamas ini masih menimbulkan kerugian besar dan memberikan pukulan keras pada tentara pendudukan Israel di Jalur Gaza utara.
Abu Ubaidah dalam pernyataan di akun Telegram miliknya pada hari Senin (13/1), menyatakan, “Setelah lebih dari 100 hari penghancuran menyeluruh dan genosida yang dilakukan oleh tentara musuh di Jalur Gaza utara, mujahidin kami masih menimbulkan kerugian besar dan memberikan pukulan keras, yang dalam 72 jam terakhir telah menewaskan lebih dari 10 orang dan melukai puluhan lainnya.”
Dia memastikan bahwa kerugian di pihak tentara Israel jauh lebih besar daripada yang diumumkan.
Abu Ubaidah menegaskan bahwa musuh akan terkalahkan dan terusir dari Jalur Gaza utara, tanpa mampu menumpas pejuang perlawanan, dan bahwa pencapaian musuh hanyalah penghancuran dan pembantaian orang-orang yang tidak bersalah.
Sementara itu, 53 warga Palestina gugur dan puluhan lainnya terluka pada hari Senin dalam serangkaian serangan Israel ke berbagai wilayah di Jalur Gaza, yang telah menjadi sasaran genosida selama 15 bulan,dan sebagian besarnya terkonsentrasi di Kota Gaza.
Serangan Israel ini terjadi di tengah meningkatnya pembicaraan tentang mendekatnya tercapainya kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza dan pertukaran tawanan antara Israel dan Hamas.
Sumber-sumber medis mengatakan, “53 syuhada telah tiba di rumah sakit Kota Gaza sejak dini hari, akibat serangan Israel berturut-turut di berbagai wilayah” dan “para syuhada itu gugur dalam 15 serangan Israel, yang sebagian besar dilakukan oleh pesawat tempur dan quadcopter.” (mm/raialyoum)