Teheran, LiputanIslam.com – Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Mayjen Hossein Salami mengatakan pihaknya akan segera mengungkap beberapa kota rudal dan pesawat nirawak (UAV/drone) baru.
“Segera, kota-kota rudal dan pesawat nirawak baru akan diresmikan, dan Anda akan menjadi saksi kemegahan dan kedalaman kekuatan tersembunyi Iran,” ujar Salami pada hari Jumat (10/1)
Dia mengatakan bahwa negara republik Islam tidak gagal menyediakan sendiri cadangan perangkat keras militer yang cukup dengan cara apa pun.
“Iran telah memproduksi begitu banyak rudal, kapal, pesawat nirawak, dan perangkat keras militer canggih lainnya, yang terkadang tidak memiliki kapasitas untuk menyimpan peralatan tersebut,” sambungnya.
Dia menyebutkan bahwa Iran adalah satu-satunya negara yang ketika melancarkan operasi militer terhadap musuh, mata uang nasionalnya menguat dan orang-orang turun ke jalan di tengah malam untuk merayakannya.
“Seluruh dunia harus tahu bahwa kekuatan pencegahan kita bergantung pada apa yang ada di dalam perbatasan kita sendiri. Tekad, keputusan, kemampuan, dan tindakan (yang kita andalkan) sepenuhnya bersifat Iran,” tegas Salami.
Salami menyatakan demikian di tengah upaya Angkatan Bersenjata Iran untuk terus meningkatkan perangkat keras militer dan kesiapan tempur mereka sesuai dengan arahan Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei.
IRGC telah bersumpah untuk mempertahankan kedaulatan negara dan integritas teritorial dalam menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh musuh-musuh bangsa Iran.
Operasi True Promise III
Mayjen Salami mengatakan bahwa rakyat Iran menuntut agar Angkatan Bersenjata negara itu meluncurkan Operasi True Promise (Janji Nyata) III, yang akan menjadi sekuel dari dua operasi balasan sebelumnya terhadap target-target Israel.
Menurut Salami, bangsa Iran tertarik pada pementasan kinerja yang kuat di semua bidang.
“Rakyat sangat menghormati kredibilitas yang dikaitkan dengan kekuasaan. Kami tidak akan membiarkan antusias rakyat untuk mengejar kekuatan dan harga diri mereda,” katanya.
Panglima IRGC menegaskan bahwa Iran enggan menembakkan bahkan “satu peluru pun” dari wilayah Suriah dan Lebanon ketika terjadi agresi mematikan rezim Israel yang semakin intensif terhadap negara-negara tersebut.
“Jelas bahwa kami menanggapi musuh dengan menggunakan rudal kami sendiri dan beroperasi dari wilayah kami sendiri,” ujarnya.
Dia menambahkan, “Kami tidak menggunakan negara lain sebagai medan perang. Kami begitu hebat sehingga dapat menggunakan wilayah kami sendiri untuk membalas dendam terhadap musuh.”
Dia juga menekankan bahwa Iran tidak memperoleh keuntungan militer dari Suriah untuk kemudian gelisah ketika pemerintahan lama Suriah terguling. (mm/presstv)