Teheran, LiputanIslam.com – Iran memperingatkan bahwa serangan baru koalisi AS-Inggris terhadap Yaman akan memicu “ketidakamanan dan ketidakstabilan” di kawasan Asia Barat (Timteng).
Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (5/1), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengutuk keras serangan udara koalisi terhadap infrastruktur di kota Sa’dah di barat laut Yaman, beberapa hari setelah pemboman udara mereka di provinsi pesisir barat Hudaidah.
Baghaei mengatakan agresi militer AS, Inggris, dan rezim Zionis Israel terhadap Yaman merupakan pelanggaran terbuka terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial Yaman, dan menyalahi hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kantor berita resmi Yaman, Saba, mengutip keterangan sumber anonim lokal bahwa koalisi militer Barat melakukan tiga serangan udara di sebelah timur ibu kota provinsi Sa’dah pada Minggu pagi.
Belum ada laporan mengenai korban dan kerusakan yang mungkin ditimbulkan oleh serangan udara tersebut
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran juga mengecam berlanjutnya genosida Israel terhadap rakyat tertindas Palestina dengan dukungan militer dan politik AS dan Inggris.
Baghaei mengatakan dukungan AS dan Inggris terhadap rezim Tel Aviv menunjukkan keterlibatan langsung keduanya dalam kejahatan internasional terhadap rakyat Gaza.
Dia memuji pendirian rakyat Yaman dan negara-negara bebas lainnya dalam menyatakan dukungan dan solidaritas kepada Palestina.
Baghaei menyerukan kepada masyarakat internasional dan negara-negara Muslim, terutama dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), agar mengambil tindakan yang lebih serius untuk mengakhiri genosida di Palestina dan membantu penduduk Gaza yang terlunta-lunta.
Rakyat Yaman terus menyatakan dukungannya kepada perjuangan Palestina sejak Israel mengobarkan perang di Gaza pada 7 Oktober 2023. Perang ini telah menggugurkan sedikitnya 45.805 warga Palestina, yang sebagian besarnya wanita dan anak-anak, serta melukai 109.064 orang lainnya di Gaza.
Dukungan Yaman ditunjukkan dengan aksi nyata militer negara ini melalui serangan rudal dan drone terhadap aset-aset Israel di wilayah pendudukan Palestina dan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel, AS, dan Inggris demi memaksa mereka agar menghentikan perang di Gaza. (mm/presstv)