Sanaa, LiputanIslam.com – Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan pihaknya bertanggung jawab atas serangkaian operasi militer terhadap target-target Israel dan AS di Palestina pendudukan dan di lepas pantai Yaman, dalam rangka mendukung warga Palestina di Gaza dan sebagai tanggapan atas agresi koalisi Amerika-Inggris terhadap Yaman.
Brigadir Jenderal Yahya Saree, juru bicara militer Yaman, pada hari Selasa (31/12) menyatakan bahwa pasukan rudal Yaman menggempur Bandara Internasional Ben Gurion, 20 kilometer tenggara Tel Aviv, dengan rudal balistik hipersonik Palestina-2.
Pasukan Yaman juga menargetkan dan menyerang sebuah pembangkit listrik di selatan al-Quds dengan rudal balistik Zulfiqar.
Rudal Zulfiqar, yang dilaporkan dapat menghindari radar dan sangat mudah bermanuver, memiliki jangkauan lebih dari 2.000 kilometer.
Saree memastkan kedua serangan balasan tersebut berhasil mencapai sasaran yang diinginkan. Selain itu, angkatan laut, pasukan rudal, dan unit pesawat nirawak militer Yaman telah melakukan operasi multi-cabang terhadap kapal induk USS Harry S. Truman milik Angkatan Laut AS.
Saree menjelaskan bahwa serangan itu melibatkan sejumlah besar pesawat nirawak kamikaze serta rudal jelajah, dan dilakukan saat pasukan AS sedang bersiap untuk meluncurkan serangan udara besar-besaran terhadap Yaman.
Dia juga menekankan bahwa serangan itu berhasil mencapai tujuannya, dan mencegah serangan udara AS.
Menurutnya, berbagai divisi Angkatan Bersenjata Yaman telah berhasil meningkatkan kesiapan tempur mereka untuk menghadapi segala potensi ancaman dari musuh AS dan Israel, yang dimaksudkan untuk mencegah bangsa Yaman melaksanakan kewajiban agama, moral, dan kemanusiaan mereka terhadap Palestina.
Dia mengatakan pasukan Yaman akan melanjutkan operasi pembalasan terhadap Israel selagi agresi dan blokade rezim Zionis tersebut terhadap Gaza masih berlanjut. (mm/alalam)