Gaza, LiputanIslam.com – Media Israel pada Jumat malam (27/12) melaporkan bahwa pertama kalinya sejak ditempatkan di Israel, sistem pertahanan udara AS, THAAD, diaktifkan dalam upaya mengintersepsi rudal Yaman.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree, pada hari Jumat mengumumkan pelaksanaan operasi militer terhadap Bandara Ben Gurion, pada dini hari Jumat, dengan melesatkan rudal balistik hipersonik tipe “Palestina 2”.
Saree memastikan rudal itu berhasil mencapai targetnya, “meskipun dirahasiakan oleh rezim pendudukan”. Dia juga menyatakan bahwa operasi tersebut menjatuhkan korban dan menyebabkan terhentinya aktivitas navifasi di bandara.
“Rudal itu menjatuhkan korban serta menghentikan aktivitas navigasi di bandara tersebut. Pasukan drone Angkatan Bersenjata Yaman, berkat pertolongan Allah Swt, telah melancarkan operasi militer terhadap target vital musuh, Israel, di daerah pendudukan Yafa dengan drone. Operasi ini berhasil mencapai tujuannya, berkat pertolongan Allah Swt,” terang Saree.
Dia menambahkan, “Agresi ini tidak menambah apa pun pada bangsa Yaman nan besar ini kecuali tekadnya dalam melanjutkan dukungannya kepada bangsa Palestina demi menunaikan kewajiban agamis, moral dan kemanusiaannya. Angkatan bersenjata Yaman, dengan pertolongan Allah Swt, memiliki kekuatan yang memungkinannya menambah daftar target serangannya di Palestina pendudukan sehingga mencakup lebih banyak target vital musuh, dan operasi militer mereka tidak akan berhenti kecuali setelah agresi terhadap Gaza dihentikan, dan blokade atasnya dicabut.”
Sebelumnya, Israel melancarkan beberapa serangan udara terhadap instalasi-instalasi sipil di Sanaa dan Hudaidah hingga menjatuhkan sejumlah korban gugur dan luka serta menimbulkan kerusakan materi.
Media Israel mengutip pernyataan seorang tentara AS bahwa sistem pertahanan udara THAAD berpartisipasi dengan sistem Arrow Israel dalam upaya untuk mencegat rudal yang diluncurkan oleh Sanaa pada dini hari Jumat.
Sistem THAAD adalah senjata pertahanan udara untuk menembak jatuh rudal balistik jarak pendek dan menengah di ketinggian optimal.
Perusahaan AS Lockheed Martin, yang memproduksi sistem tersebut, mengatakan bahwa THAAD adalah satu-satunya sistem AS yang dirancang untuk mencegat target di dalam dan di luar atmosfer.
Pada tanggal 21 Oktober, Menteri Pertahanan AS Pentagon, Lloyd Austin, mengizinkan penempatan baterai rudal THAAD, berdasarkan arahan dari Presiden Joe Biden.
Juru bicara Pentagon saat itu menyatakan, “Sistem ini akan membantu memperkuat pertahanan udara Israel, setelah serangan rudal balistik Iran terhadap Israel.”(mm/almayadeen)