Teheran, LiputanIslam.com – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menepis keras tuduhan media bahwa Iran campur tangan dalam urusan Suriah.
“Kami terkejut dengan tuduhan media bahwa ada campur tangan kami di Suriah dan dalam gelombang protes rakyat di sana,” ujarnya.
Baghaei menyatakan prihatin atas gelombang kerusuhan dan kekerasan yang melanda berbagai kota di Suriah belakangan ini menyusul adanya serangan terhadap makam yang disucikan oleh kalangan Alawite.
Baghaei menegaskan bahwa tuduhan terhadap Iran tersebut tidak berdasar dan tertolak sepenuhnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menekankan pendirian prinsipal Iran yang mendukung integritas dan persatuan nasional Suriah serta menekankan keharusan pembentukan sistem politik komprehensif yang menjamin partisipasi semua spektrum politik, kebangsaan, dan sekte di negara tersebut, dengan tetap menghormati hak-hak kelompok minoritas dan melindungi tempat-tempat keagamaan.
Baghaei juga menekankan urgensi penjaminan keamanan warga Suriah dan pencegahan penyebaran kekacauan dan kekerasan terhadap berbagai kelompok masyarakat Suriah.
Sementara itu, Mohsen Rezaei, anggota Dewan Kebijaksanaan Iran, di X menyatakan bahwa pemuda dan masyarakat Suriah sendiri pada akhirnya tidak akan tinggal diam di depan pendudukan asing, agresi, dan totalitarianisme internal kelompok tertentu.
Dia menyatakan, “Dalam waktu kurang dari satu tahun, mereka akan menghidupkan kembali perlawanan di Suriah dalam bentuk yang berbeda, dan akan mengandaskan rencana jahat dan tipu daya Amerika, entitas Zionis, dan negara-negara di kawasan.”
Sebelumnya, Rezaei mengatakan kepada kantor berita Iran Fars bahwa sedikitnya empat negara membantu pemberontakan yang menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah.
Dia juga menyebutkan bahwa faktor utama kejatuhan rezim al-Assad adalah tidak adanya perlawanan dari angkatan darat Suriah, dan hanya angkatan udara yang melakukan perlawanan dalam tiga hari pertama perang. (mm/alalam)