Gaza, LiputanIslam.com – Brigade al-Qassam mengatakan para pejuangnya berhasil membunuh tiga tentara Israel dalam operasi di Jalur Gaza utara.
Sayap militer Hamas tersebut dalam pernyataan singkat yang dipublikasikan di saluran Telegramnya menjelaskan bahwa para pejuangnya telah “menikam dan membunuh” tiga tentara Zionis itu ketika pasukan Israel sedang menjaga sebuah gedung di kota Beit Lahia pada hari Senin (23/12).
Brigade Al-Qassam menjelaskan bahwa saat itu para pejuang menyerbu gedung tersebut serta menghabisi tiga tentara itu dari jarak dekat, merampas senjata mereka, dan membebaskan sejumlah orang yang ditahan di dalam gedung, tanpa menyebutkan jumlah pasti.
Tidak ada komentar langsung dari militer Israel.
Dalam pernyataan selanjutnya, juru bicara Brigade Qassam, Abu Ubaidah mengatakan, “Musuh menyembunyikan kerugian sebenarnya dan kondisi nahas para prajuritnya di Jalur Gaza utara demi menjaga citra tentaranya.”
Dia menambahkan, “Pemusnahan dan pembersihan etnis di Jalur Gaza utara menyasar warga sipil yang tidak bersalah, demi menutupi skandal dan kegagalan tentara Zionis.”
Brigade Qassam juga mengaku telah menembak jatuh quadcopter dan menyerang tank Merkava serta mobil pengangkut personel lapis baja Israel dengan roket Yassin-105 di area kamp baru di kamp pengungsi Nuseirat.
Mereka juga mengatakan telah menembak jatuh quadcopter di area yang sama, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Kantor media pemerintah di Gaza menyatakan bahwa militer Israel menyerang “kamp baru” di Nuseirat di Gaza tengah dengan lebih dari 17 kendaraan militer, puluhan tentara, dan jet tempur, hingga menggugurkan dan melukai lebih dari 50 warga sipil, termasuk anak-anak dan wanita, serta menghancurkan lebih dari 20 unit rumah.
Israel mengobarkan perang di Gaza sejak 7 Oktober 2023 setelah Hamas melancarkan serangan fajar Badai Al-Aqsa terhadap Israel sebagai bentuk perlawanan atas kejahatan Israel selama puluhan tahun terhadap warga Palestina.
Perang Israel di Gaza sejauh ini telah menggugurkan lebih dari 45.300 warga Palestina, yang sebagian besarnya wanita dan anak-anak, dan melukai sedikitnya 107.700 lainnya. Selain itu, ribuan orang lainnya juga hilang dan diduga gugur di bawah reruntuhan.
Militer Israel secara sistematis memblokir masuknya makanan, obat-obatan, pasokan medis, bahan bakar, dan tenda darurat ke wilayah Palestina yang terblokade sejak Oktober 2023 tersebut.
Infrastruktur penting seperti jaringan air, fasilitas sanitasi, dan pabrik roti di sana juga telah dihancurkan oleh Israel. (mm/presstv)