Sanaa, LiputanIslam.com – Unjuk rasa peduli Gaza tak berhenti untuk tahun kedua berturut-turut, baik di ibu kota Sanaa maupun di berbagai wilayah dan provinsi lain di Yaman, sementara angkatan bersenjata negara ini menyatakan kembali menyerang Israel, bekerjasama dengan kelompok pejuang Irak.
Massa di lapangan Al-Sab’in di pusat kota Sanaa pada hari Jumat (20/12) mengutuk serangan Israel terhadap Sanaa dan Hudaidah. Mereka menegaskan bahwa serangan itu tak dapat menghalangi tekad bangsa Yaman membela bangsa Palestina, sebagaimana dinyatakan dalam deklarasi aksi mereka.
Mereka mengutuk agresi dan aksi genosida Israel yang berkelanjutan terhadap penduduk Gaza, demikian pula merebaknya kejahatan rezim pendudukan itu ke Tepi Barat dan Al-Quds serta Lebanon dan Suriah. Massa juga mengecam sikap masyarakat internasional yang, menurut mereka, hanya menonton.
Massa memuji operasi serangan Angkatan Bersenjata Yaman terhadao Tel Aviv, dan meminta operasi serangan lebih banyak sampai rezim pendudukan menghentikan kejahatannya di Gaza.
Terkait dengan peringatan pendirian gerakan perlawanan Islam Palestina (Hamas), massa mengucapkan selamat atas peringatan penting ini. Dalam deklarasi aksinya, mereka mengkonfirmasi respon mereka atas seruan front perlawanan kepada bangsa Arab dan umat Isam untuk membentuk front pendukung yang komprehensif demi membela Gaza.
Rakyat Yaman berjanji untuk terus menggelar aksi di lapangan, dan tetap teguh atas pendirian mereka itu sampai agresi terhadap Gaza dihentikan secara total.
Sementara itu, Jubir Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree mengumumkan pelaksanaan dua operasi militer kualitatif, satu di antaranya di Israel selatan, bekerja sama dengan Resistensi Islam Irak (IRI), dan yang lainnya di Yafa (Tel Aviv).
Saree berjanji bahwa eskalasi terhadap Yaman akan dibalas dengan eskalasi yang sama.
“Angkatan Bersenjata Yaman, bekerja sama dengan IRI, telah melancarkan operasi militer kualitatif terhadap target vital musuh, Israel, di bagian selatan Palestina pendudukan dengan sejumlah pesawar nirawak, dan operasi ini berhasil mencapai tujuannya, berkat pertolongan Allah,” ungkap Yahya Saree di hadapan massa pengunjuk rasa di Sanaa.
Dia menambahkan, “Dalam konteks lain, unit pasukan nirawak melancarkan operasi militer kualitatif yang menyasar target militer vital musuh, Israel, di wilayah pendudukan Yafa, dengan pesawat nirawak, dan operasi ini juga berhasil mencapai tujuannya, berkat karunia Allah.”
Saree juga menegaskan, “Angkatan Bersenjata Yaman akan membalas eskalasi Israel-Amerika terhadap Yaman dengan eskalasi serupa, dan tak akan ragu membidik instalasi-instalasi vital musuh, Israel.” (mm/alaraby/aljazeera)